Friday, 24 February 2017

Manfaat Membaca Asmaul Husna


Manfaat Membaca Asmaul Husna Setiap Hari

Sebagai soerang muslim pasti kita telah mengetahui tentang asmaul husnah. Asmaul husna adalah 99 nama yang dimiliki Allah. Nama-nama inilah yang melambangkan dan memperlihatkan betapa besarnya kekuasaan Allah, hanya Allah lah tempat hambanya meminta,dan tiada Tuhan selain Allah. Asmaul husna ada agar kita mengetahui dan faham akan kekuasaan Allah. Ada banyak keajaiban dan keistimewaan dalam asmaul husna. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-A’raaf ayat 7, yang berbunyi :

“Dan milik Allahlah nama-nama indah, dan mohonlah kepadanya dengan menyebut nama-nama tersebut.”

Selain itu Rasulullah juga bersabda,

“Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang memahaminya akan masuk surga” (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan membaca dan memahaminya niscaya kita akan mendapatkan manfaat dan berkah dari bacaan tersebut, kita akan senantiasa akan mendapatkan kebaikan dan perlindungan Allah. Maka tak heran banyak orang-orang muslim yang setiap hari melantunkan nama-nama indah ini. Salah satu contohnya di madrasah-madrasah, setiap pagi sebelum masuk kelas mereka mengaji bersama dan melantunkan asmaul husna bersama. Hal ini sangat baik bagi peserta didik khususnya dan masyarakat umumnya. Itulah beberapa pengenalan tentang asmaul husna, selanjutnya kita akan membahas yang kita dapatkan dari manfaat membaca asmaul husna :

Membuka Pintu Rezeki

Allah maha kaya, Allahlah yang memberikan rezeki untuk kita. rezeki yang kita terima sudah ditakdirkan oleh Allah sesuai dengan apa yang kita lakukan dan usahakan. Kita sebagai umat muslim dalam mencari rezeki adalah dengan bekerja dan biasanya dibantu dengan manfaat sholat dhuha. Namun ada cara lain yang bisa membantu anda mencari rezeki, yaitu dengan membaca Asmaul husna. Dalam asmaul husna ada beberapa nama yang menunjukkan bahwa Allah maha kaya, dan jika dibaca secara rutin niscaya pintu rezeki kita akan terbuka yaitu al-mughni, al ghaniyyu, dan lainnya. 

Menyembuhkan penyakit

Hampir semua orang jika sakit, akan pergi ke dokter atau ,minum obat-obatan. Perlu kitan ketahui bahwa itu hanya perantara, penyembuh dan obat sesungguhnya adalah Allah. Allah akan memberikan kesembuhan semua penyakit baik fisik maupun hati jika mereka berdoa dengan tulus pada Allah, bisa juga membaca lantunan asmaul husna, karena ada nama yang menunjukkan bahwa Allah itu memiliki sifat penyembuh, yaitu ad-dhar, an-nafi’.

Mendapat keselamatan

Allahlah pelindung kita dari segala marabahaya, kita harus senantiasa meminta perlindungan agar hidup kita ini selamat. Dengan membaca asmaul husna terus menerus niscaya anda akan senantiasa mendapat perlindungannya. Beberapa nama yang memiliki makana perlindungan adalah al-mani’u, al-mughsitu, dan lainnya

Mendapat ampunan

Sebagai manusia biasa kita tidak pernah luput dari dosa. Hampir tiap hari sengaja atau tidak, disadari atau tidak kita berbuat dosa baik kecil, maupun besar. Dengan begitu kita wajib untuk meminta ampun kepada allah. Dengan membaca asmaul husna secara rutin insyaallah dosa-dosa yang pernah kita perbuat akan diampuni oleh Allah, seperti dalam salah satu namaNya yaitu al-affuwu (maha memberi ampunan). 

Memperoleh kemudahan

Dalam hidup ini pasti kita pernah mendapat cobaan dan rintangan dalam proses kita mencapai tujuan hidup. Namun dengan kesulitan tersebut kita harus tetap optimis dapat melewatinya. Dengan meminta kepada allah melalui membaca asmaul husna secara ikhlas dan penuh pengharapan niscaya Allah akan memberikan kemudahan bagi setiap masalah anda. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa nama Allah yang memiliki makna sebagai pemberi kemudahan dan kelapangan, diantaranya al-barru, al-muqtadir.

Memperoleh keturunan

Bagai anda yang belum memiliki keturunan saat ini, tetaplah optimis dan senantiasa berdoa dan meminta kepada Allah, salah satu caranya adalah dengan membaca dan mengamalkan asmaul husna. Dari beberapa nama yang dimiliki Allah ada satu nama yang memiliki makna Allah akan memberikan keturunan bagi hambanya yaitu al wahidu.

Menumbuhkan rasa percaya diri

Bagai anda yang merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang anda miliki atau anda yang memiliki anak yang kurang percaya diri. Ada cara ampuh yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini, memang kita bisa membawa diri kita ke psikiater atau psikolog dan motivator namun hasilnya belum tentu memuaskan. Cara yang tepat adalah meminta dan berdoa pada Allah dengan menyebut nama-nama indahnya. Karena Allah memiliki nama yang bermakna memberikan keyakinan pada diri seorang muslim, yaitu al- wajidu. 

Mengendalikan nafsu

Kita sebagai manusia dibekali akal dan nafsu oleh Allah, bila berbicara tentang nafsu maka lebih cenderung membawa ke hal-hal negatif. Maka ada cara ampuh untuk tetap bisa mengendalikan nafsu kita dengan cara membaca dan melantunkan asmaul husna. Ada beberapa asma yang bila kita baca terus menerus akan mampu mengontrol hawa nafsu kita, antara lain al-mumit, al-muhshi.

Menjaga keharmonisan rumah tangga

Pasti semua rumah tangga menginginkan sakinah, mawaddah, warrahmah. Ada satu cara yang bisa anda lakukan untuk tetap menjaga keharmonisan dalam rumah tnagga anda, yaitu dengan melantunkan nama-nama indah yang dimiliki Allah, salah satu nama yang baik untuk keharmonisan rumah tangga anda adalah al wadud.

Mencerdaskan otak

Asmaul husna merupakan salah satu nutrisi yang baik bagi otak kita, baik dalam menjaga kesehatan otak, menyeimbangkan otak kanan dan kiri dan lainnya. Selain makan-makanan sehat dan menerapkan pola hidup sehat, anda juga bisa menerapkan cara yang satu ini, yaitu melantunkan asmaul husna. Karena dalam 99 namaNya ada beberapa nama yang berbicara tentang kecerdasan dan kepintaran, antara lain al hakim, al alliyu, al-ilmu. 

Terhindar dari sifat lupa

Lupa adalah hal yang wajar bagi manusia, bahkan ada istilah yang berbunyi manusia adalah tempatnya lupa. Namun kita bisa mencegah lupa hinggap pada diri kita. Manfaat membaca asmaul husna secara kontinyu maka kita akan terhindar dari yang namanya lupa, hal ini dibuktikan dengan adanya nama Allah yang bermakna menjaga kita dari sifat lupa, yaitu ar-rahman.
Mendekatkan diri pada Allah

Tujuan hidup kita di dunia ini tak lain dan tak bukan adalah senantiasa beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya. Ada salah satu ibadah yang mampu mendekatkan kita dengan Allah, salah satunya adalah membaca dan memahami asmaul husna, nama-nama indah yang dimiliki allah.

Menjadi muslim yang sejati

Belum sempurna jika kita belum tahu dan mengerti kekuasaan Allah. Adanya asmaul husna membantu kita untuk sennatiasa memahami dan mengerti tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengan membaca dan memahami asmaul husna maka kita kan semakin mengerti tentang apa tujuan hidup kita sebnarnya dan kita akan menjadi muslim yang sebenar-benarnya bukan hanya di KTP saja.

Memperkuat persatuan dan kesatuan

Allah telah mengajarkan saling berkasih sayang kepada sesama. Dengan asmaNya yang berbunyi ar-rahim, atau maha penyayang. Dengan memahami sifat penyayang ini, kita akan saling menyayangi dan melindungi antar sesama dan saling tolong menolong ketika ada yang membutuhkan. Dengan begini persatuan dan kesatuan, kita akan menemukan arti kenyamanan di hidup ini.

Memperkuat keimanan seorang hamba

dengan senantiasa membaca dan memahami nama-nama yang dimiliki oleh Allah, kita senantiasa semakin yakin bahwa memang tiada Tuhan selain Allah, dan semua kebaikan berasal dariNya, serta patutnya kita hanya meminta kepada Allah. Dengan begini keimanan yang kita miliki akan sempurna tanpa keraguan sedikitpun.

Itulah beberapa manfaat yang akan kita dapatkan ketika kita membaca dan memahami makna dari asmaul husna. Anda bisa membaca dan melantunkan asmaul husna setiap saat semau anda, dimanapun kapanpun anda bisa melakukannya, namun lebih afdolnya lakukan aktivitas ini dalam keadaan suci, seperti ketika sholat wajib ataupun sunnah, ketika membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya.

Baca Juga :
Hadits Keutamaan Al-Qur’an (Perumpamaan Bagi Pembaca Al-Qur’an)
Manfaat & Khasiat Buah Naga Merah
Peristiwa Penting Di Bulan Jamadil Akhir
62 Mukjizat Nabi Muhammad
Kisah Sahabat Nabi Abdullah Bin Rawahah RA

Saturday, 31 December 2016

Keutamaan Membaca Bismillah Sesuai Tuntunan Islam

Keutamaan Membaca Bismillah Sesuai Tuntunan Islam, Basmalah merupakan bacaan (dzikir) yang kerap kali kita lantunkan. Basmalah adalah istilah dari penyebutan Bismillah, seperti hamdalah istilah dari Al Hamdulillah dan hauqalah istilah dari lahaula wala quwwata illa billah. Ia merupakan penggalan salah satu ayat dalam surat An Naml dan sebagai ayat pertama yang membuka surat Al Fatihah. Lebih dari itu, basmalah sebagai pembuka dari seluruh surat-surat Al Qur’an kecuali surat At Taubah (Al Bara’ah), namun bukan bagian dari surat-surat tersebut kecuali pada surat Al Fatihah.

Membacanya pun akan mendapat balasan (pahala) sebagaimana pahala membaca ayat-ayat yang lain dalam Al Qur’an. Setiap hurufnya Allah subhanahu wata’ala memberi pahala satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku (Nabi Muhammad) tidaklah mengatakan Alif Laam Miim adalah satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (H.R. At Tirmidzi no. 2910, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)

Tuntunan Memulai Amalan Dengan Membaca Bismillah

Basmalah, tersusun dari tiga kata:

بسم الله (ب — اسم — الله).

Yang diterjemahkan dalam bahasa kita: “Dengan menyebut nama Allah”. Para ulama menerangkan bahwasanya ucapan basmalah ini sangat berguna bagi seseorang yang hendak melakukan suatu amalan yang mulia. Misalnya membaca basmalah ketika akan menulis atau membaca. Maksud dimulainya amalan tersebut dengan basmalah adalah agar tulisan atau bacaannya itu mendapat barakah dari Allah subhanahu wata’ala. Mendapat tsawab (pahala) dan bermanfaat. Jadi mengawali suatu amalan perbuatan atau perkataan itu dengan membaca basmalah tidak lain hanya dalam rangka bertabarruk (mencari barakah) kepada Allah subhanahu wata’ala dan untuk mendapatkan pahala dari-Nya. Sebuah keistemewaan yang sering dicari dan diimpikan oleh kebanyakan orang.

Mengucapkan basamalah pada amalan-amalan yang bernilai, merupakan bimbingan Allah subhanahu wata’ala terhadap para nabi-Nya. Sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala kisahkan dalam Al Qur’anul Karim tentang Nabi Nuh ‘alaihis salam ketika mengajarkan kepada umatnya membaca basmalah disaat berlayar atau berlabuh. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):”Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Hud: 41)

Demikian pula Allah subhanahu wata’ala mengisahkan dalam Al Qur’anul Karim tentang Nabi Sulaiman ‘alaihis salam ketika mengirim risalah dakwah kepada Ratu Saba’ diawali pula dengan basmalah. Sebagaimana firman-Nya: (artinya) “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (An Naml: 30)
Basmalah ini pun juga merupakan sunnah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Ketika wahyu pertama kali turun kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasallam adalah ayat: (artinya) “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Menciptakan,” (Al ‘alaq: 1)
Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam agar membaca kalamullah (Al Qur’an) dengan menyebut nama-Nya.

Saudaraku yang semoga dirahmati Allah subhanahu wata’ala, ketahuilah bahwa barakah itu berasal dari Allah subhanahu wata’ala semata. Hal ini Allah subhanahu wata’ala tegaskan dalam firman-Nya (artinya):
“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami melimpahkan barakah dari langit dan bumi.” (Al A’raf: 96)
Siapa yang kuasa melimpahkan barakah dari langit dan bumi? Tentu, adalah Penguasa Tunggal langit dan bumi yaitu Allah Rabbul ‘alamin. Sehingga Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pula kepada umatnya untuk mencari barakah dengan menyebut-nyebut nama Allah yang terkandung dalam bacaan basmalah.
Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengirim beberapa risalah dakwah ke negeri-negeri kafir seperti negeri Romawi. Beliau mengawali risalahnya dengan basmalah. Hal ini juga dipraktekkan oleh Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq. Ketika beliau radhiallahu ‘anhu menulis risalah tentang zakat yang ditujukan untuk penduduk negeri Bahrain, beliau memulainya dengan basmalah (Lihat HR. Al Bukhari no. 1454). Suatu pengajaran dan pembelajaran kepada umat manusia, bahwa barakah itu hanya milik Allah subhanahu wata’ala. Sehingga permohonan barakah itu hanya ditujukan kepada Allah subhanahu wata’ala semata. Karena selain Allah subhanahu wata’ala tidak bisa memberikan barakah.

Keutamaan Membaca Bismillah / Basmalah

Saudaraku yang semoga Allah merahmati kita semua, diantara barakah / Keutamaan Membaca Bismillah / basmalah dalam islam ini adalah dapat memperdaya setan dan bala tentaranya yang mempunyai misi untuk memperdaya umat manusia dari jalan kebaikan. Kita pun tidak boleh merasa kecil hati dan takut dari gangguan mereka, selama kita berada diatas jalan Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala telah memberikan berbagai cara dan jalan untuk membentengi diri dari gangguan setan, diantaranya dengan membaca basmalah.
Suatu ketika Usamah bin Umair dibonceng Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Lalu ia mengatakan: “Celakalah setan.” Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menegurnya, janganlah kamu mengatakan “celakalah setan”, karena jika kamu katakan seperti itu, justru setan akan semakin membesar (dalam riwayat lain sebesar rumah). Setan akan berkata: “Dengan kekuatanku, aku akan melumpuhkannya.” Namun bila kamu mengucapkan basmalah, pasti setan akan semakin kecil hingga seperti lalat. (HR. Ahmad 9/59, An Nasaa’i dalam Al Kubra 6/146, dan Abu Dawud no. 4330. Dishahihkan Asy Syaikh Al Albani)
Dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membaca:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.” (HR. At Tirmidzi no. 3310, dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani).
Dari shahabat Umayyah bin Makhsyi radhiallahu ‘anhu, ia menceritakan tentang seseorang yang sedang makan dan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk disekitarnya. Namun orang tadi lupa belum membaca basmalah hingga tidak tersisa kecuali sesuap saja. Ketika ia hendak memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya ia baru membaca:

بِسْمِ اللهِ في أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
“Dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya.”
Melihat hal itu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa, seraya berkata: “Setan itu senantiasa ikut makan bersamanya, hingga ketika ia membaca basmalah maka dimuntahkan apa yang ada dalam perut setan tersebut.” (HR. Abu Dawud no. 3276)

Beberapa Perkara Yang Dianjurkan Untuk Dimulai Dengan Menyebut Nama Allah
Para pembaca yang mulia, berikut ini kami paparkan beberapa perkara yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mengawalinya menyebut nama Allah subhanahu wata’ala:
1. Ketika Hendak Tidur

Dari shahabat Hudzaifah radhiallahu ‘anhu berkata: “Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
“Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
(HR. Al Bukhari no. 6334, dan Muslim no. 2711 dengan redaksi yang sedikit berbeda)
2. Ketika Keluar Dari Rumah

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.”
Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?!” (HR. Abu Dawud no. 4431)
Atau dengan membaca:

بِاسْمِكَ رَبِّي إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
“Dengan nama-Mu Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku berlindung Kepada-Mu jangan sampai aku salah atau sesat, menganiaya atau dianiaya, membodohi atau dibodohi.” (HR. Ahmad no. 26164, riwayat dari Ummul Mukminin Ummu Salamah)

3. Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)

Dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Rasulullah bersabda:

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ
“Penutup antara pandangan-pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika seseorang masuk wc adalah membaca basmalah.” (At Tirmidzi no. 551, dan dishahihkan oleh As Syaikh Al Albani)

4. Ketika Hendak Makan

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
“Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca bismillah fi awwalihi wa akhirihi.” (HR. At Tirmidzi no. 1781, dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)
5. Ketika Hendak Berhubungan Dengan Istri

Dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Berkata Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: “Bila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, hendaknya ia berdo’a:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami.”
Bila Allah subhanahu wata’ala memberikan karunia anak kepadanya maka setan tidak akan mampu memudharatkannya.” (HR. At Tirmidzi no. 1012)

6. Ketika Hendak Menyembelih

Disyari’atkan pula dalam penyembelihan hewan dengan membaca basmalah. Bahkan hukumnya bukan sekedar mustahab (anjuran) saja tetapi wajib. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ
“Hendaknya menyembelih dengan (menyebut) nama Allah (basmalah).” (HR. Al Bukhari no.5500)
Maka sebelum menyembelih hewan hendaknya membaca:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
(HR. Abu Dawud no. 2427)

7. Ketika Hendak Memasukkan Jenazah ke Liang Kubur


Disunnahkan (dianjurkan) membaca:
بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Dengan menyebut nama Allah dan diatas sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Abu Dawud no. 2798) Demikian pula perkara-perkara yang lain, termasuk amalan jihad fi sabilillah yang merupakan puncak tertinggi dalam Islam hendaknya juga diawali dengan membaca basmalah sebagaimana yang diriwayatkan Al Imam At Tirmidzi no. 1337 dari shahabat Buraidah radhiallahu ‘anhu.

Ternyata Tumbuhan Bertasbih Kepada Allah

PADA sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah ) dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik!!!

Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena bahkan semuanya tercengng tidak tahu harus berkomentar apa.

Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan di antara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari mengadakan kajian dan penelitian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1.400 tahun yang lalu!”

Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.
Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (٤٤)

“…Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra`: 44)
Tidaklah suara denyutan halus tersebut melainkan lafazh jalalah (nama Allah) sebagaimana tampak dalam layar.
Maka keheningan dan keheranan yang luar biasa menghiasi aula di mana ilmuwan muslim tersebut berbicara.

Subhanallah, Maha suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini! Segala sesuatu bertasbih mengagungkan nama Allah. Akhirnya orang yang bertanggung jawab terhadap penelitian ini, yaitu profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang di bawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1.400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah al-Qur`an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnich – Miloun, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam al-Qur`an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan syahadatain: “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya!” 
Seorang profesor ini telah mengumumkan Islamnya di hadapan para hadirin yang sedang terperangah.

Al-Qur’an Berbicara Tentang Keajaiban Air

Al-Qur’an Berbicara Tentang Keajaiban Air

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (QS. Al-Furqon:48). Kehidupan manusia punya hubungan erat dan langsung dengan air sepanjang sejarah air menjadi faktor penting dalam membentuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, tanpa air kehidupan menjadi tidak bermakna.

AIR DAN PERANNYA DALAM ISLAM

Air merupakan sumber kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, sepanjang sejarah air menjadi faktor penting dalam membentuk cara hidup manusia, pengembangan teknologi, dan budaya. dimana saja ada air maka sudah pasti disana ada desa dan kota. ayat-ayat alquran dan hadits banyak menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan manusia. Allah subhanahu wata’ala dalam ayat ke 30 Surat Al-Anbiya’ berfirman: “Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” Secara transparan Allah dalam ayat ini menyebut air sebagai sumber kehidupan “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Kemudian kami pisahkan antara keduanya dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiyaa:30)

Dapat dipahami bahwa air menjadi tiang dan pokok bagi kehidupan, air adalah ibu bagi semua fenomena alam, betapa Allah menisbatkan air untuk segala bentuk kehidupdan dan keberadaan, artinya tanpa air kehidupan tak akan ada. Pada abad 20 dunia biologi menemukan 80% penyusunan sel-sel makhluk hidup, manusia, hewan, tumbuhan dan mikro organisme adalah air, kehidupan di dunia ini pun baru terbentuk setelah adanya air. Boleh jadi makhluk hidup tidak memerlukan udara atau oksigen akan tetapi tidak ada satupun makhluk hidup yang mampu hidup tanpa adanya air. subhanallah.

Asal muasal air di planet kita yang meliputi hingga 70% dari permukaan bumi masih misterius bagi para ilmuan, banyak yang berpendapat bahwa air tidak muncul bersamaan dengan munculnya bumi, namun objek dari angkasalah yang mengantarkannya ke planet kita. diperkirakan kalau air datang bersamaan dengan terbentuknya planet bumi empat setengah miliyar tahun yang lalu, namun bila itu terjadi maka kemungkinan besar air sudah menguap karena panasnya matahari yang ketika itu masih muda, berarti pilihannya tinggal air datang dari tempat lain.

Selama periode sekitar 4 miliyar tahun lalu yang disebut dengan periode “Late Heavy Bombardment” objek raksasa kemungkinan datang dari luar tata surya menghujani bumi dan planet-planet dalam lainnya. Para astronom berpendapat kawasan yang terdiri dari ratusan ribu asteoroid yang mengorbit matahari diantara planet dalam dan planet luar sebelumnya diyakini terlalu dekat dengan matahari untuk menyimpan air.

Namun, dari bukti-bukti terbaru diketahui bahwa ada es di asteoroid 24 themis yang ada disana. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemungkinan ada lebih banyak es disabuk asteoroid dibanding perkiraan sebelumnya yang kemungkinan menjadi sumber datangnya air dibumi. Diantara sembilan planet dalam tatasurya hanya bumi yang diberkahi dengan banyak sekali air dalam keadaan cair karena sangat mungkin jika air yang jatuh diplanet-planet dalam tatasurya galaxy kita seperti markurius, venus, mars masih terlalu panas untuk menyimpan air. subhanallah benar-benar kuasa ilahi.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surat Al-Mukminun ayat 18 “Kami telah menurunkan air dari langit dalam kadar tertentu, kami diamkan air itu dibumi dan kami mampu untuk menghilangkannya,” nah! semakin jelas bukan bahwa air yang ada di bumi memang berasal dari langit dan atas kehendak Allah subhanahu wata’ala air sebagai sumber kehidupan diberkahkan kepada kita. Sebagai hamba Allah sudah sepatutnya menjaga dan memanfaatkan air sebaik-baiknya.

SIFAT DAN FUNGSI AIR

Dalam kitab suci Al-Qur’an sudah dijelaskan sifat air dan fungsinya seperti al-ma’ul mumthir (air hujan), al-ma’ul furath (air sumur) dan air sungai yang biasa kita minum, al-ma’ul ujaz (air laut yang mengandung kadar garam tinggi).

1. Air hujan, secara ilmiah air hujan hasil penguapan air laut yang membentuk segumpal awan mendung, oleh karena itu air hujan merupakan air yang sangat jernih. Saat air hujan turun ke bumi secara otomatis air hujan membersihkan udara karena kemampuannya menghisap material-material seperti gas dan zat-zat logam lainnya. menurut para ilmuan disela proses itu air hujan tercampur dengan zat-zat kimia dan garam-garam yang mengandung material padat sehingga merubah rasanya menjadi sedikit asam dan asin.

Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa air hujan adalah tetesan-tetesan air hasil penyulingan yang di buat oleh Allah atau yang disebut al-ma’ul mumthir. Air hujan dipercaya mampu mengangkat segala kotoran yang terdapat pada kulit tubuh manusia jauh lebih baik dari pada air biasa, air hujan sangat steril dari berbagai macam virus dan bakteri sesuai dengan karakter air hujan yang sangat baik inilah telah dijelaskan hakikat keistimewaan air hujan dalam firman Allah yang berbunyi “kami turunkan dari langit air yang sangat bersih.” Dalam Al-Quran juga dijelaskan bahwa sifat air hujan yang turun dari langit mampu untuk menyucikan diri manusia serta mampu untuk menghilangkan segala gangguan-gangguan setan dan dapat digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh manusia.

2. al-ma’ul furath, air sumur dan air sungai yang biasa kita minum begitulah alquran biasa menyebutnya. Al-ma’ul furath dalam bahasa arab bararti air yang nikmat rasanya, tidak salah lagi air yang nikmat itu adalah air yang segar untuk diminum yang biasa dikonsumsi manusia baik dari sumur atau sungai, dalam alquran air sungai air yang berasal dari mata air atau air sumur disebut dengan segar dan sedap rasanya karena memiliki kandungan logam yang menjadikan rasa air menjadi manis. air yang kita minum baik yang berasal dari sumber mata air, sungai atau sumur adalah air tawar yang berasal dari air hujan yang turun dari langit, dengan keadaan yang sangat jernih dan mengalir memlalui aliran sungai digunung-gunung dan kehendak allah air hujan itu bercampur dengan zat-zat tambang dan garam-garam di bumi yang menjadikan air hujan itu berubah sifat menjadi air tawar yang segar untuk dikonsumsi. Subhanallah syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah telah berikan.

Sesuai dengan firmannya Allah telah menamai air sungai yang tersimpan dibawah bumi dan kita minum bagai air yang segar yang sedap rasanya. sedangkan air laut dengan asin lagi pahit yang menunjukkan kadar garam yang berlebihan. “tiada sama (antara) dua laut: yang ini tawar, segar sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit.” (QS. Fathir:12)

3. Allah telah menjelaskan bahwa air laut adalah al-maul ujaj yang berarti air yang terdiri dari kadar garam yang tinggi dan berlebih karena itulah air laut tidak cocok untuk dikonsumsi sebagai minuman, meskipun demikian air laut mempunya manfaat lain dengan kandungan garam yang sangat tinggi bagi sumber kehidupan dalam laut dan bermanfaat bagi manusia. dalam alquran dijelaskan semua binatang buruan laut dan semua makanan yang berasal dari laut dihalalkan merupakan makanan yang lezat bagi manusia seperti firman allah dalam surat Al-Maidah ayat 96 “maka dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan yang berasal dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu“.

Begitu pula dalam sebuah hadits yang shahih rasulullah bersanbda “sesungguhnya air laut itu bersih airnya dan halal bangkainya untuk dimakan.” Maha Besar Allah yang telah menurunkan air dengan berbagai sifat dan manfaatnya. Air hujan yang diyakini sebagai air yang paling jernih dan bersih yang mampu membersihkan diri manusia serta air sungai dan air sumur yang memiliki rasa sedap dan menyegarkan. air laut yang memiliki kadar garam yang berlebihan dan menjadi sumber kehidupan laut yang menjadikan halal buruan laut serta makanan yang lezat bagi manusia.

Tapi tahukah anda bahwa ada satu rahasia bahwa terdapat air tawar yang tidak tercampur dilautan ? bahkan allah berbicara tentang sungai air tawar dalam lautan. Allah berfirman dalam surat Al-Furqan ayat 53 “dan dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang mengahalangi.” (QS. Al-Furqan:53)

Akhirnya fenomena sungai dalam lautan ini ditemukan oleh ahli kelautan yang bernama Mr. Jacques Yves Costeau yang melakukan penelitian didalam dasar laut, ia menelurusi fenomena bawah laut di Cenote Angelita di Mexico. Saat melakukan penyelaman ia dikejutkan dengan sebuah fenomena alam yang luar biasa, dia menemukan air tawar diantara air laut yang asin penemuan itu membuatnya takjub, bagaimana mungkin air tawar berada terpisah dalam air laut yang asin tetapi itulah kenyataannya yang ia temukan dibawah laut.

Rasa ingin taunya yang besar membuat Mr. Costeau menyelam lebih dalam lagi ia menyaksikan fenomena alam yang lebih mengejutkan lagi, betapa tidak ia melihat ia melihat ada sungai di dasar lautan sampai pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang ilmuan muslim dan menjeritakan fenomena yang sangat ganjil itu lalu ilmuan muslim itu ingat pada salah satu surat dalam alquran dan membacakan ayat itu dihadapa Mr. Costeau Surat Ar-Rahman ayat 19-21.

Ayat inilah yang akhirnya membuat Mr. Costeau sang penemu sungai di dasar laut itu masuk islam , kebeneran dan keistimewaan Al-Quran telah menuntunnya kejalan yang benar. Maka benar adanya bahwa alquran adalah wahyu Allah melalui rasulnya baginda Muhammad. Fenomena ganjil ini diceritakan 1400 tahun yang lalu lewat Al-Quran dan terbukti sekarang. Sebagaimana firman Allah “aku (muhammad) tidak berbicara sesuai kehendakku sendiri kecuali yang diwahyukan kepadaku” (QS. An-Najm:3-4). Sungai dibawah laut itu ditumbuhi daun-daunan dan pohon, para peneliti menyebut fenomena itu sebagai lapisan hidrogen sulfida. Maha Besar allah atas segala kehendaknya.

Kita mungkin mengira semua lautan di bumi ini mencampur menjadi satu, sama asinnya, sama warnanya dan sama cairnya. Namun ternyata Allah menciptakan lautan dengan karakterisnya masing-masing dan mereka tidak bercampur satu dengan yang lainnya mereka seolah-olah dipisahkan oleh dinding penyekat, inilah salah satu buktinya selat Gibraltar, selat Gibraltar adalah lautan sempit yang berada antara Maroco, Afrika dan daratan Spanyol dan Eropa, selat inilah yang digunakan oleh Thariq bin Ziad dan pasukannya dalam menyebrang ke Eropa dan membuka jalan masuknya Islam ke Eropa.

Di selat ini terdapat tanda-tanda alam yang menakjubkan yaitu pertemuan dua arus yang sangat berbeda yaitu laut laut Mediterania dan samudera Atlantik. Pertemuan dua arus laut ini ditandai perbedaan warna dari kedua lautan air laut dari samudera atlantik berwarna biru lebih terang sedangkan air laut laut Mediterania berwarna biru lebih gelap dan lebih pekat garis batasnya dapat terlihat jelas karena keduanya lautan ini memiliki sifat-sifat air yang amat berbeda dari suhu, kadar garam, kerapatan air yang semuanya berbeda. Ketika keduanya bertemu diselat Gilbraltar karakter air dari masing-masing laut ini juga tidak berubah. Meski sama-sama zat cair namun kedua air dari kedua lautan ini tidak bercampur bahkan air laut Mediterania menyusup sampai kedalaman 1000 meter dibawah samudeta Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya. Allahu Akbar, Maha Besar Allah.

Bicara tentang air berarti kita juga bicara juga tentang minuman, dalam islam air konsumsi yang istimewa dan banyak manfaatnya adalah air zam-zam. Air zam-zam adalah air yang bisa memancar di negeri tandus Mekkah berupa mata air yang telah bertahan 4000 tahun lamanya. Kadarnya terus bertambah seiring bertambahnya kaum muslimin ini merupakan mukjizat agung bagi orang yang mau merenungkannya dengan akal yang jernih dan hati yang bening. Melihat unsur-unsur kimiawi air zam-zam yang tidak dimiliki oleh air lainnya bisa dikatakan bahwa air zam-zam adalah air mineral yang sehat dan mengenyangkan.

Kata zam-zam dalam bahasa arab yang berarti banyak atau melimpah, dinamakan zam-zam karena sesuai dengan artinya yang sangat banyak dan sangat melimpah tidak akan pernah habis walaupun kaum mislimin meminum dan mengambilnya dari berbagai penjuru dunia. Nama lain zam-zam bahasa arab ada beberapa barah atau berarti kebaikan, mathmunah yang berarti berharga, hazma jibril yang berarti galian jibril, asy-syafa yang berarti yang menyembuhkan, al-muthu’im yang berarti makanan, syarabul abrar yang berarti minuman orang-orang yang baik, ath-thayyibah yang berarti yang baik.

Sejarah singkat air zam-zam ini adalah hasil dari perjuangan Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar dalam mengurus anaknya yang bernama Ismail yang dilakukan dengan sangat penuh kesabaran, salah satunya dengan cara berdoa kepada Allah supaya Allah mendatangkan pertolongan dan jangan sampai menelantarkan kelaurganya sehingga Allah mengabulkan doanya dengan diadakannya sebuah mata air antara Shafa dan Marwa yang kemudian ditemukannya oleh istrinya Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar, oleh sebab itu air zam-zam memeliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh air lainnya.

Ibnu Taimiyyah berkata: “disunnahkan meminum air zam-zam sampai benar-benar kenyang dan berdoa ketika meminumnya dengan doa-doa yang dikehendakinya.” Abu dzar Al-Ghifary juga berkata: “Selama tiga puluh hari aku tidak memiliki makanan kecuali air zam-zam aku menjadi gemuk dan lemak diperutku menjadi hilang karena meminum air zam-zam. aku tidak memiliki dalam perutku rasa lapar”. Rahasia air zam-zam tersimpan pada kasiatnya bukan pada materi kongkritnya atas kehendak Allah air zam-zam memiliki semua kelebihan tersebut. subhanallah.

Air merupakan komponen utama dalam pembentukan sel tubuh yaitu sebanyak 70%-85% air berperan penting dalam pembentukan berbagai cairan tubuh seperi darah cairan lambung hormon enzim dan sebagainya. Otak dan darah adalah dua organ yang penting yang memiliki kadar air diatas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90% sementara darah mempunyai komponen air 95%. Air sangat penting bagi manusia karena sel-sel otak merupakan satu bagian tubuh yang membutuhkan makanan dan oksigen dalam jumlah besar dimana makanan tersebut datang melalui darah, tanpa air yang cukup darah akan mengental dan sistem saraf otak menjadi terhambat dan akan menurunkan daya kerja otak yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan seseorang.

Jika kadar air dalam tubuh berkurang 1% maka akan timbul rasa haus dan ganguan dalam beraktifitas jika berkurang 2 hingga 3 persen maka suhu tubuh akan meningkat dan timbul rasa haus dan gangguan stamina jika berkurang 4% maka gejala dehidrasi akan tampak kemampuan fisik akan menurun hingga 25% kulit dan gusi pucat dan gejala pusing dan apabila kadar air dalam tubuh berkurang hingga 7% maka seseorang bisa jatuh pingsan hingga menyebabkan kematian. Ma Sha Allah tidak sampe 10% maka manusia bisa pingsan. Maka itulah tubuh manusia punya mekanisme dalam mempertahankan asupan air yang masuk dan keluar, untuk mempertahankan asupan air dalam tubuh manusia membutuhkan kira-kira 2-2,5 liter air atau setara dengan 8-10 gelas perhari asupan air yang mencukupi berkhasiat meredakan demam dan menggantikan cairan tubuh yang hilang, kondisi ini dinilai mampu untuk mendukung proses pemulihan kondisi tubuh disamping itu air putih juga membantu memperlambat tumbuhnya sel-sel kanker serta mencegah terjadinya penyakit batu ginjal dan hati. subhanallah begitu penting air bagi tubuh kita.

SEBERAPA BESAR MANFAAT AIR BAGI BUMI?


Air di Bumi sendiri secara terus menerus berputar melalui siklus air yang meliputi penguapan dan pendinginan lewat mekanisme hujan dan salju dan mekanisme itu mempunyai jadwal dan perameter yang terkait didalamnya seperti kesanggupan tanah dalam menyerap air, kadar panas matahari yang pas untuk menguapkan air menjadi awan juga membuat awan yang pas menjadi air kembali, bila salah satu parameter itu terganggu maka jawabnya adalah bencana bagi manusia, berkurangnya kesanggupan tanah dalam menyerap air akan menjadi banjir besar bagi manusia.

Meningkatnya panas matahari akibat bocornya atmosfir bumi akan mempercepat menguapnya air didaratan sehingga bencana kekeringan melanda dan mengganggu sistem produksi pangan manusia dan isu paling central abad ini akibat terganggunya sistem siklus air ini adalah Global Warming. Badai yang menghancurkan, gelombang air pasang, tsunami, kelaparan akibat kekeringan akan terus berlanjut meskipun usaha-usaha untuk mengendalikan polusi dan kerusakan lingkungan telah dilakukan.

Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki kandungan air yang dua pertiga bagiannya diselimuti air tapi taukah anda bahwa air yang layak diminum untuk seluruh pendudul bumi jumlahnya kurang dari 1% dari keseluruhan jumlah air yang ada di bumi 69% merupakan air laut yang tidak bisa dikonsumsi dan hanya ada 3% air tawar tapi dari 3% tersebut 2% nya merupakan air beku yang ada di kutub utara dan kutub selatan sisa satu persen adalah air tanah itupun tidak seluruhnya bersih dan hanya 0,62% yang layak dikonsumsi bagi hampir 7 miliar manusia yang tinggal dibumi. Nah! sudah terbayangkan kalau kekurangan 7% air dalam tubuh manusia bisa berakibat kematian. bagaimana jika air yang layak dikonsumsi dibumi yang hanya ada kurang dari 1% tiba-tiba berkurang dan musnah. Astaghfirullahaladhim

Dalam Islam tidak semua zat cair yang berupa minuman dihalakan untuk dikonsumsi, minuman yang diharamkan itu adalah minuman yang memabukkan, minuman yang memabukkan itu disebut juga dengan istilah khamar. Sebelum datangnya Islam masyarakat arab sudah akrab dengan minuman yang beralkohol yang dalam bahasa arab disebut khamar. pada masa itu kehidupan masyarakat arab tidak lepas dari konsumsi terhadap minuman beralkohol. Ini menyiratkan betapa akrabnya masyarakat arab terdahulu dengan kebiasan mabuk.

Dalam Islam sudah jelas bahwa semua minuman yang memabukkan pasti khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram hukumnya. yang harus diperhatikan adalah penggunaan khamar meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit, misalkan sebagai bumbu masakan, sebagai bahan pembuat roti dan kue tidaklah menghilangkan keharamannya sehingga berdosanlah bagi orang yang dengan sengaja membuat atau mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung khamar. Namun sesungguhnya yang dimaksud dengan khamar dalam Islam itu tidak selalu merujuk kepada alkohol, yang disebut khamar adalah segala sesuatu minuman dan makanan yang bisa menyebabkan mabuk. meskipun sejumlah penelitian menunjukkan minuman yang beralkohol memberikan manfaat bagi tubuh namun islam bukan tidak mengetahui sisi manfaat khamar. Dalam pandangan Islam dampak kerusakan khamar dalam kehidupan manusia jauh lebih besar dari pada manfaatnya.

Hal ini dinyatakan dalam Al-Quran Surat AlBaqarah ayat 219 “mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi, katakanlah pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari pada manfaatnya.”

Dahsyatnya Pengaruh Air dalam Al-Quran

Dalam kehidupan, air adalah salah satu elemen terpenting dari beberapa elemen yang ada. Dari mulai tumbuhan, hewan hingga manusia, kehidupan semuanya bergantung pada pasokan air yang ada. Dari hasil sebuah penelitian, diketahui bahwa manusia ternyata bisa bertahan hidup tanpa makanan selama 10 sampai 14 hari dan bisa bertahan tanpa air hanya 3 sampai 5 hari. Dari hasil penelitian tersebut bisa kita simpulkan sejauh mana air itu penting bagi kita. Mahabesar Allah yang telah menciptakan air dengan karakteristiknya yang begitu kompleks dan dengan segala manfaatnya yang begitu penting.

Seperti yang kita ketahui, air adalah substansi yang terbentuk dari dua elemen kimiawi: hidrogen dan oksigen. Ia memilik struktur molekul yang sederhana ( H2O), serta terdapat pada benda-benda padat, cair, dan gas. Karakteristik fisik dan kimiawinya luar biasa kompleks, dan memiliki mempuan yang penting dalam melarutkan substansi-substansi lain. Kemampuannya inilah yang sangat dibutuhkan seluruh organisme hidup.

Selain dijadikan objek yang harus dipikirkan oleh orang-orang kafir sehingga mereka mau beriman, penyebutan air dalam al-Qur’an terdapat di banyak surat dan ayat dengan kandungan isyarat makna yang beragam.

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ

“Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30).

Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan, “Asal mula segala sesuatu yang hidup adalah air.”

Abu Hurairah RA berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, ketika melihatmu, aku merasakan kebahagiaan dan kepuasan di dalam diriku. Beri tahu aku tentang segala sesuatu.” Rasulullah SAW bersabda, “Segala sesuatu diciptakan dari air.” Abu Hurairah berkata lagi, “Beri tahu aku tentang amalan yang bila aku kerjakan, aku akan masuk surga.” Rasulullah SAW bersabda, “Tebarkan salam, beri makan orang miskin, sambung silaturrahim, bangun malam dan shalatlah, engkau akan masuk surga dengan selamat,” (HR. Ahmad).

Dalam Tafsir al-Jalalain disebutkan, “Kami jadikan dari air” yang turun dari langit dan yang keluar dari dalam tanah, “Segala sesuatu yang hidup,” air membuat tanaman-tanaman yang tumbuh bisa tetap hidup, “Maka mengapakah mereka tidak beriman” meyakini keesaan-Ku?

Sayyid Quthb, dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengatakan bahwa kalimat “dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup” membuat fakta penting bahwa para ilmuwan harus mempertimbangkan konsekuensi yang besar ini; faktanya adalah air merupakan sumber kehidupan. Sebab, meskipun tidak ada teori-teori ilmu pengetahuan tentang itu, ayat-ayat al-Qur’an tetaplah benar. Selama lebih dari 13 abad al-Qur’an berusaha membimbing orang-orang kafir pada keajaiban ciptaan Allah SWT di alam semesta. Lalu mengapa mereka tidak beriman? Padahal, segala sesuatu yang ada di sekeliling mereka membuktikan keberadaan Sang Pencipta.

Dr. Zaghlul an-Najjar menyebutkan tiga implikasi saintifik ayat ini.

1. Keberadaan air mendahului keberadaan seluruh organisme hidup. Seluruh penelitian geologis membuktikan usia bumi sekitar lebih dari 4,6 miliar tahun. Fosil makhluk hidup paling tua yang ditemukan sekitar 3,8 miliar tahun. Artinya, waktu untuk mempersiapkan permukaan bumi hingga bisa ditempati makhluk hidup sekitar 800 juta tahun. Allah Mahakuasa melakukan segala sesuatu dengan sangat mudah. Namun proses penciptaan membutuhkan masa yang lama agar manusia bisa mengikuti sistem yang Allah SWT tetapkan di alam semesta; agar mereka bisa memanfaatkannya untuk membangun kehidupan sebaik mungkin. Sebab, waktu dan tempat manusia berada berada di dalamnya merupakan batasan, dan diciptakan oleh Allah SWT juga. Sesuatu yang yang diciptakan tidak akan pernah mampu melampaui Penciptanya. Allah SWT berada di atas segala sesuatu yang Dia ciptakan, termasuk materi, energi, waktu, dan tempat.

Selam periode yang panjang ini, saat bumi dipersiapkan untuk menerima kehidupan, Allah SWT menciptakan gunung berapi, yang merupakan alasan utama bagi terbentuknya lapisan batu (litosfer), lapisan air (hidrosfer), dan udara (atmosfer) pada bumi. Selain itu, aktivitas vulkanik yang meluas mendorong terbentuknya rangkaian pegunungan dengan dikeluarkannya lava dan magma dari bawah kerak bumi, sampai bumi benar-benar siap menerima kehidupan.

2. Allah menciptkan jenis kehidupan pertama dalam air, karena pada tahap tersebut, air adalah lingkungan yang paling sesuai untuk kehidupan. Penelitian di bidang Paleontologi menunjukkan, kehidupan di dasar laut (samudra), muncul secara merata sekitar 3,36 miliar tahun (antara 3,8 tahun hingga 440 juta tahun yang lalu) sebelum penciptaan jenis tumbuhan pertama di daratan.

3. Penelitan di bidang Geologi membuktikan, penciptaan tumbuhan berlangsung sebelum penciptaan berbagai jenis binatang. Oleh karena itu, penciptaan tumbuhan dasar laut pun berlangsung sebelum penciptaan berbagai jenis binatang dasar laut. Penciptaan tumbuhan darat juga berlangsung sebelum penciptaan binatang darat. Semua jenis kehidupan ini diciptakan lebih dulu sebelum manusia.

Alasan untuk urutan penciptaan ini sangat jelas: manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan sebagai nutrisi; lagi pula, manusia dan hewan-hewan sama-sama bergantung pada tumbuhan sebagai makanan. Tumbuhan memainkan peran kunci dalam menyuplai atmosfer bumi dengan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup.

Fakta ilmiah moderen ini telah dimuat dalam al-Qur’an lebih dari 13 abad yang lalu, dan menjadi bukti bahwa al-Qur’an adalah firman Allah yang disampaikan kepada manusia lewat nabi-Nya, Muhammad SAW. 

Keajaiban Gunung dalam Al-Qur’an

Manusia harus bersyukur kepada Allah SWT pasalnya hidup di daratan yang luas, lengkap dengan isinya untuk bertahan hidup dan tinggal dengan nyaman. Daratan yang Allah ciptakan tidaklah rata, namun berkontur yakni terdiri dari bukit, lembah hingga gunung. Ilmu pengetahuan abad ke-20 baru menemukan bahwa gunung memiliki akar yang dalamnya berkali lipat dari tinggi gunung tersebut. Ini merupakan konsep tentang gunung yang mutakhir dan baru dikenal.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Geophysicist asal Washington, Amerika Serikat bernama Profesor Emeritus Frank Press. Dalam bukunya yang berjudul Earth, Emeritus mengungkapkan bahwa gunung mempunyai akar yang menghujam ke dalam bumi sehingga menyerupai pasak. Pasak atau paku besar merupakan benda yang menancap ke dalam sehingga kepala yang tampak di luar selalu lebih pendek dari panjang pasak yang menghujam ke dalam.



Ilmu pengetahuan baru ini semakin menguatkan kebenaran dalam Al-Qur’an yang sudah menjelaskan pengetahuan tersebut sejak 1400 tahun silam. Allah SWT dalam surat An Naba’ mengatakan bahwa Dia menciptakan gunung sebagai pasak di bumi.

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (An Naba', 78: 6-7)

Ketika selama ini orang-orang hanya takjub kepada ketinggian gunung, namun Alquran mementahkan kekaguman yang kecil itu. Ternyata bukan tingginya, tetapi kedalaman akar gunung yang menghujam 15 kali lipat dari tinggi di atas permukaan bumi, itulah yang lebih dasyat.

Para ahli geofisika menemukan bukti bahwa kerak bumi berubah terus dengan terori lempeng tektonik yang menyebabkan asumsi bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menghentikan gerakan horizontal atau Litosfer. Teori lempeng tektonik menyebutkan, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu. Penemuan ini juga semakin memperkuat kebenaran Al-Qur’an QS. Al Anbiya: 31.

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” (QS. Al Anbiya: 31)

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” (Surat An-Nahl:15)

Gunung Senantiasa Bergerak
Meski menjadi pasak, namun gunung tidak diam tapi senantiasa selalu bergerak dan mengikuti pergerakan lempeng benua diatas lapisan pagma seolah awan yang bergerak di atas langit. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Bukankah ini juga menguatkan ayat Allah An Naml:88 ?

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ﴾An Naml:88﴿.

Meski Dekat dengan Matahari, Salju di Puncak Gunung Tidak Mencair
Gunung umumnya memiliki hutan dan aneka hewan yang berada di dalamnya. Namun bukan saja nuansa hijau, tapi masih ada sebagian besar yang menutupi puncaknya, yaitu salju. Dari sinilah kita dapat belajar satu dari nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Di puncak gunung yang tinggi, salju tidak mencair dan senantiasa melimpah. Padahal posisinya yang dekat dengan matahari, seharusnya lebih panas dengan dataran di bawah gunung. Namun faktanya, rendahnya tekanan udara di atas gunung, maka membuat kerapatan udara juga rendah. Yang berakibat rendahnya kemampuan untuk menyerap kemampuan panas matahari
.
Ini menjawab bahwa udara mampu menangkap panas matahari, makin padat kerapatannya maka semakin banyak panas matahari yang diserap. Dan makin tinggi puncak gunung, makin rendah kerapatan udaranya. Subhanallah.

Gunung Berapi Di Bawah Laut
Selain keajaiban di daratan, Allah SWT menunjukan kebesarannya dengan menciptakan gunung berapi di bawah laut. Menurut catatan, ada 5000 gunung di bawah laut yang letaknya tersebar di berbagai belahan dunia. Gunung di bawah laut kerap ditemukan di cekungan laut, bahkan juga ada yang ditemukan di kerak samudera. Dari jumlah tersebut, merupakan gunung berapi yang masih aktif hingga sekarang. Gunung di bawah laut merupakan gunung yang naik dari dasarr laut, namun tidak sampai mencuat sampai ke atas permukaan air.

Diperkirakan gunung di bawah laut ini sudah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Terutama kedalam 1000 sampai antara 4000 dari dasar laut. Gunung di bawah laut kebanyakan berbentuk seperti kerucut karena adanya proses vulkanik.

Kawasan gunung di bawah laut memang menjadi objek penelitian, karena biasanya di sana terdapat ekosistem yang langka, bahan tambang yang tinggi dan keanekanragaman satwa laut.

Begitu mahabesarnya Allah dalam penciptaan gunung ini, dan menjadi pengingat kita untuk selalu bertasbih kepadanya.

Gunung Menjadi Perumpamaan

Dalam Alquran, gunung mempunyai makna tertentu dan menjadi tempat dari peristiwa penting. Salah satunya gunung sebagai perumpaan beratnya penerima amanah. Sepert tertuang dalam surat QS. Al-Ahzab: 72-73.

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. Sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang." (QS. Al-Ahzab: 72-73).

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS: Al-Hasyr Ayat: 21)

Syariat yang dibebankan kepada manusia merupakan amanah, sebagai amanah syariat itu wajib dipikul dan ditunaikan, tidak boleh disia-siakan dan diterlantarkan apalagi ditolak dan diingkari.Memang amanah tersebut tidak ringan, hingga langit, bumi dan gunung pun tidak sanggup untuk memikulnya. Namun bagi yang mau menunaikannya, Allah SWT akan memberikan ampunan terhadapnya, juga pahala yang besar, surga dan ridhonya. Sebaliknya siapa yang melupakan amanah akan ditimpakan azab atasnya.

Gunung juga menjadi fenomena yang patut diamati sebagai wujud kebesaran Allah SWT dalam menciptakan alam semesta. Allah memerintahkan agar manusia melihat makhluk-makhluk ciptaannya supaya manusia melihat keagungan dan kekuasaannya.

Gunung Bertasbih
Gunung pun disebutkan dalam beberapa ayat dalam Al-qur’an bertasbih bersama Nabi Daud, seperti dalam surat An Anbiya’ ayat 79

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. (Q.S An Anbiya’:79)
Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi (qs Shad: 18).

Allah telah menciptakan alam semesta dan kepada-Nya lah unsur-unsur alam semesta ini patuh dan memuji kepada Allah SWT serta membesarkan nama penciptanya. Di dalam bahasa di dalam bahasa yang kita tidak sanggup mengetahuinya. Adalah mukjizat Nabi Daud AS sehingga binatang-binatang, jin-jin dan bahkan gunung-gunung mengikutinya dalam bertasbih kepada Allah SWT.

Gunung Menjadi Tempat Allah Menampakan Diri kepada Nabi Musa
Gunung menjadi tempat Allah SWT memperlihatkan kebesarannya dan menyadarkan Nabi Musa AS untuk bertaubat. Ini dijelaskan dalam surat (QS: Al-A'raf Ayat: 143)

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". (QS: Al-A'raf Ayat: 143)

Allah SWT begitu mengingatkan begitu pentingnya gunung bagi kehidupan umat manusia. Bahkan Allah menyebutkan gunung dalam Al-Qur’an. Semua ciptaan itu ada tujuannya agar manusia sujud pada penyembahan yang sebenarnya.

Friday, 30 December 2016

4 Tuntunan Al-Qur’an Untuk Jadi Orang tua Idaman

Bukan sebuah perkara mudah menjadi orang tua idaman di era yang serba canggih ini. Berbagai perangkat teknologi membuat anak lebih dekat dengan gadget mereka. Tidak heran jika hubungan antara orang tua dan anak merenggang karena kurangnya komunikasi. Belum lagi jika kedua orang tua harus bekerja, maka pertemuan mereka akan sangat minim. Alhasil, anak bisa saja lebih dekat dengan orang-orang yang mengasuhnya sehari-hari. Tidak dipungkiri hal ini akan menyakiti perasaan orang tua, karena tidak begitu diidamkan anak-anaknya. 

Jika mendapati anak dengan sikap demikian, maka orang tua harus mengevaluasi diri apakah sudah menjalankan syariat dalam mendidik anak? Untuk itu, ada baiknya untuk mempelajari tuntunan Al-Qur’an agar menjadi orangtua idaman. Berikut informasi selengkapnya.

1. Mendengarkan dengan Sangat Antusia dan Merespon dengan Penuh Kesungguhan

Hal pertama yang diajarkan Al-Qur’an agar menjadi orangtua idaman adalah mendengarkan dengan sangat antusias dan merespon dengan penuh kesungguhan. Kebanyakan orangtua saat ini mungkin cuek kepada anak mereka. Tidak memperhatikan ketika anaknya berbicara, karena mengganggap pembicaraan tersebut bukanlah hal penting.

Padahal hal yang demikian itu adalah sebuah kesalahan. Sebab teladan ini telah diberikan oleh Nabi Ya’kub terhadap puteranya Nabi Yusuf As. Beliau saat antusias ketika mendengarkan anaknya berbicara seperti yang telah dijabarkan dalam Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS. Yusuf [12]: 4).
Mendengar ucapan putranya yang sesungguhnya cukup belia itu, beliau merespon dengan sangat serius.

“Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Yusuf [12]: 5).

Jika dilihat dari ayat di atas, dialog tersebut menunjukkan bahwa Nabi Ya’kub adalah sosok yang perhatian dalam mendengarkan pembicaraan anaknya dan antusias terhadap apa yang diucapkan tersebut.

Sebagai orangtua, seharusnya menjadi perhatian penting untuk bersungguh-sungguh dalam mendengarkan ucapan, ungkapan, cerita ataupun keluhan dari anak-anak. Terlebih lagi apabila anak tersebut sudah menginjak remaja. Jika orangtua gagal untuk menjadi “pendengar yang baik” maka si anak akan mengalihkan keluh kesahnya tersebut ke media sosial dan sulit untuk dikontrol. 

2. Terus Menerus Menanamkan Tauhid kepada Anak
Tuntunan Al-Qur’an yang kedua yakni terus menerus menanamkan tauhid kepada anak. Teladan ini dicontohkan oleh Luqman Al-Hakim. Cara antara lain dengan memberikan ajaran kepada anak untuk tidak mensekutukan Allah, kemudian memantapkan keyakinan bahwa segala amal perbuatan pasti akan dibalas oleh Allah. Meskipun amalan tersebut hanya sebesar biji sawi, segala bentuk kebaikan dan keburukan semuanya akan dihitung oleh Allah SWT untuk diberikan balasan.

Selanjutnya Luqman Al-Hakim menekankan pentingnya mendirikan shalat sepanjang hidupnya dan mengerjakan amalan yang baik dan menjauhi yang mungkar serta bersabar atas segala musibah yang menimpa diri.

Selain itu, Luqman Al-Hakim juga mengajarkan kepada anaknya untuk tidak menjadi pribadi yang sombong dan berlemah lembutlah dalam berbicara. Perkara mengenai keteladanan Luqman Al-Hakim ini tertuang dalam Al-Qur’an yakni QS. Luqman ayat 13-19.

3. Senatiasa Mendoakan Anak Agar Komitmen Terhadap Syariat

Hal ketiga yang harus dilakuakn yakni mendoakan anak-anak untuk komitmen dalam perkara-perkara asasi seperti tauhid dan shalat. Hal demikian ini diteladankan oleh Nabi Ibrahim As. Allah Ta’ala berfirman:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim [14]: 40).

4. Terus Memastikan Tauhid Anak-anak
Tuntunan Al-Qur’an yang terakhir agar menjadi orangtua idaman adalah dengan terus memastikan tauhid anak-anaknya. Meskipun memiliki anak yang sudah berkeluarga dan memiliki keturunan, tidak ada salahnya untuk tetap mengingatkan mereka agar selalu menjalankan tauhid. Hal demikian ini diteladankan oleh Nabi Ya’qub As. Allah Ta’ala berfirman:

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah (2): 133).

Pertanyaan Nabi Ya’qub tersebut menunjukkan bahwa berkomitmen dalam tauhid itu tidaklah mudah, harus terus diawasi. Jangan sampai mereka meninggalkan syariat hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.