Friday, 22 April 2016

Cara Agar Shalat Dhuha Berpahala Umrah

Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan. Salah satu keutamaan istimewa shalat dhuha adalah mendapatkan pahala seperti pahala umrah. Tentu, karena pahalanya besar, ada cara khusus mengerjakannya. Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya, ada dua cara agar shalat dhuha berpahala umrah.

Cara pertama, shalat dhuha yang menjadi satu paket dengan shalat Subuh berjamaah dan dzikir hingga masuk waktu dhuha lalu ditutup dengan shalat dua rakaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

“Barangsiapa mengerjakan shalat Subuh berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumrah secara sempurna.” (HR. Thabrani; shahih lighairihi)


Cara kedua, setelah shalat Subuh boleh pulang lagi ke rumah, tetapi di waktu dhuha ia mengerjakan shalat Dhuha di masjid.

مَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ ‏يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ

‎”Barangsiapa keluar rumah untuk melakukan shalat Dhuha, dan tidak ada yang ‎menyebabkannya keluar kecuali untuk shalat Dhuha, maka ‎pahalanya seperti pahala orang yang umrah” ‎(HR. Abu Dawud; hasan)

Mungkin ada yang bertanya, bukankah shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah? Ya, memang secara umum shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah. Namun dalam hal ini, shalat dhuha yang berpahala umrah secara khusus disebutkan di masjid. Meskipun, dikerjakan di rumah pun tetap sah dan berpahala.

Tentang keutamaan shalat dhuha di masjid, hadits lain menjelaskan bahwa ketika para sahabat membicarakan ghanimah, mereka dianjurkan shalat dhuha di masjid karena itu lebih besar nilainya daripada ghanimah yang mereka bicarakan.

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/bersamadakwah]





Hadits Keutamaan Al-Qur’an (Perumpamaan Bagi Pembaca Al-Qur’an)


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ كِلَاهُمَا عَنْ أَبِي عَوَانَةَ قَالَ قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ و حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ كِلَاهُمَا عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ هَمَّامٍ بَدَلَ الْمُنَافِقِ الْفَاجِرِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Abu Kamil Al Jahdari keduanya dari Abu 'Awanah -Qutaibah- berkata telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Qatadah dari Anas dari Abu Musa Al Asy'ari ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Utrujah, baunya harum dan rasanya juga enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah kurma, baunya tidak semerbak, namun rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur`an adalah laksana buah Raihanah yang baunya harum namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah, baunya tidak wangi dan rasanya juga pahit." Dan telah menceritakan kepada kami Haddab bin Khalid telah menceritakan kepada kami Hammam -dan dalam jalur lain- telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Syu'bah keduanya dari Qatadah dengan isnad ini semisalnya. Hanya saja di dalam hadits Hammam, kata munafik ia ganti dengan Fajir (orang yang berdosa). (HR. Muslim, Bukhori, Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’I, at-Tirmidzi, Darimi. Hadits di atas Redaksi HR. Muslim)




Friday, 8 April 2016

Manfaat di Balik Ikan Lele

Berikut Manfaat Ikan Lele

Ikan Lele Kaya Asam lemak omega 3

Dalam Ikan Lele terdapat kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6, seperti salmon. Nutrisi tersebut terkenal untuk menjaga kesehatan jantung dan juga otak manusia. Terutama anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Ikan Lele Kaya Protein

Di dalam ikan lele terdapat kurang lebih 15,6 gr protein pada 1 ekor lele ukuran sedang. Jumlah tersebut mampu menyuplai kebutuhan protein seseorang yang ingin membangun massa otot. Jadi, apabila ingin memiliki tubuh ideal dan padat berotot, maka mengkonsumsi ikan lele adalah salah satu solusinya yang tepat.

Ikan Lele Kaya Vitamin B 12

Kandungan vitamin B 12 juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh manusia. Vitamin ini berguna untuk membuat kita lebih berstamina, dan tidak mudah lelah dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. 1 ekor lele bisa memenuhi 40% kebutuhan vitamin B12 kita.

Ikan Lele Kaya Fosfor

Fosfor yang terdapat pada ikan lele yang mencapai hingga 167 mg/ 100 gram terbukti lebih tinggi daripada telur yang hanya mempunyai kandunga 100 mg. Fosfor bermanfaat untuk memberi energi dalam metabolisme lemak dan pati, oleh karena itu hal tersebut mampu menunjang kesehatan gusi dan gigi, membantu sistesis DNA.

Ikan Lele Membantu Kesehatan Kardiovaskuler

Kalium dan natrium yang terdapat pada ikan lele yang mencapai 24,5 : 1 tergolong cukup tinggi sehingga mampu menjaga kesehatan cardio dan pembuluh darah kita. Sebuah makanan di kategorikan baik untuk kesehatan jantung adalah jika perbandingan kalium terhadap natrium lebih dari 5 : 1.

Ikan Lele Dapat Membuat jantung dan otak sehat

Kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang ada dalam ikan lele setara dengan mahal ikan salmon. Ikan lele mempunyai manfaat yang sama. Ikan lele mampu memberikan pasokan 220 mg asam lemak omega-3 serta 875 mg asam lemak omega-6.

Ikan Lele Baik Untuk Pembentukan Tulang dan Gigi

Mineral fosfor yang terdapat dalam Ikan Lele merupakan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Mineral fosfor berperan aktif pada pembentukan tulang dan gigi. Kekurangan mineral fosfor kita dapat menderita tulang keropos yang pada akhirnya dapat mengalami kelumpuhan jika kekurangan asupan Mineral ini.

Ikan Lele Dapat Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Para peneliti telah menemukan manfaat yang lain asam lemak omega 3, yaitu mampu membantu menurunkan tekanan darah. juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit, terutama dari ekzema dan dermatitis, serta dapat membantu dalam pembentukan cerebral cortese otak.

Ikan Lele Dapat Mempercepat Proses Penyembuhan Luka

Kandungan omega-3 yang terdapat pada ikan lele sangat baik untuk membantu proses mempercepat penyembuhan luka pasca operasi. jadi jangan ragu lagi untuk mengkonsumsi ikan lele ini.

Delapan Buah yang Mengandung Vitamin E Terbanyak

Mengingat pentingnya vitamin untuk kebutuhan tubuh kita, kami akan menyajikan buah yang mengandung Vitamin E untuk menambah pengetahuan Anda. Vitamin E merupakan salah satu jenis vitamin yang jarang dibahas dan diangkat dalam artikel-artikel populer. Meski begitu, peran Vitamin E ternyata tidak dapat dipandang sebelah mata. Vitamin E sama pentingnya dengan vitamin lainnya dan jenis nutrisinya. Mengonsumsi Vitamin E secara rutin akan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.

Vitamin E mempunyai efek antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk melawan, menangkal dan menteralkan radikal bebas yang berdampak buruk bagi tubuh. Vitamin E juga dapat membantu menjaga imunitas tubuh karena perannya yang turut membangun sistem pertahanan tubuh dan membantu melawan infeksi kuman yang menyerang. Manfaat lain yang ditawarkan Vitamin E adalah dapat memperlambat dan mencegah timbulnya penyakit degeneratif seperti Alzheimer’s, kanker dan degenerasi makular.

Daftar Buah Yang Mengandung Vitamin E

Vitamin E merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, umunya Vitamin E dapat ditemukan lebih banyak pada makanan yang mengandung lemak. Tidak heran bila buah yang mengandung Vitamin E lebih sedikit dibandingkan buah yang mengandung Vitamin B atau C. Namun tidak berarti buah yang tidak terlihat berlemak tidak mengandung Vitamin E, ada pula buah yang terlihat hanya mengandung air tapi ternyata juga memiliki kandungan Vitamin E. Berikut telah kami pilihkan delapan buah yang menganung Vitamin E terbanyak:

Alpukat

Buah yang mengandung Vitamin E yang paling banyak adalah alpukat. Buah alpukat merupakan buah yang mengandung banyak lemak yang konon katanya dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Untungnya pernyataan tersebut hanyalah mitos yang tidak benar. Lemak yang dikandung alpukat adalah lemak baik yang juga dapat membantu kerja jantung dan menjaga struktur pembuluh darah Anda. Selain itu, Vitamin E yang larut dalam lemak buah alpukat juga dapat memuaskan kebutuhan Vitamin E harian Anda sebanyak 10%. Namun perlu diingat untuk menghindari konsumsi alpukat yang dicampur dengan gula atau susu yang terlalu banyak.

Olives

Buah yang sering diambil minyaknya ini mengandung banyak sekali Vitamin E. Baik buah zaitun atau minyak zaitun akan memenuhi kebutuhan harian Vitamin E Anda. Satu gelas buah zaitun dapat memenuhi 20% kebutuhan harian Vitamin E Anda. Mulailah konsumsi buah ini dalam salad, dimakan sebagai snack atau dapat pula mengonsumsi minyak zaitun sebagai bumbu salad atau minyak memasak Anda.

Pepaya

Tidak hanya baik bagi pencernaan, ternyata buah pepaya juga merupakan buah yang mengandung Vitamin E. Satu buah pepaya sedang akan memenuhi 17% kebutuhan Vitamin E harian Anda. Selain itu, buah pepaya juga merupakan sumber serat dan Vitamin C yang sangat baik. Serat yang dimiliki pepaya akan membantu melancarkan pencernaan Anda dan membantu Anda terhindar dari risiko menderita kanker usus besar. Mulailah memasukkan buah pepaya ke dalam menu harian Anda dan dapatkan manfaatnya.

Mangga

Buah mangga merupakan buah yang hampir disukai semua orang, mulai dari mangga muda yang rasanya asam sampai mangga tua yang rasanya manis dan menyegarkan. Berita baiknya, mangga merupakan buah yang mengandung Vitamin E. Satu buah mangga berukuran sedang dapat memenuhi 10% kebutuhan Vitamin E harian Anda. Mangga juga memberikan Vitamin C dan antioksidan yang tak kalah pentingnya dan diperlukannya di tubuh Anda. Bila sedang musimnya, tidak ada salahnya Anda makan satu buah mangga per harinya untuk mendapatkan manfaat yan optimal dari buah tropis ini.

Kiwi

Rasanya yang asam dan menyegarkan membuat buah kiwi menjadi favorit beberapa kalangan masyarakat. Kiwi mengandung Vitamin E yang dibutuhkan tubuh dan 1 buah kiwi berukuran sedang memberikan 10% kebutuhan Vitamin E harian Anda. Selain Vitamin E, buah kiwi juga mengandung banyak Vitamin A, Vitamin C serta mineral baik yang dibutuhkan tubuh. Lain kali, pilihlah buah kiwi dalam topping frozen yoghurt untuk menambah cita rasa yang menyegarkan dan untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian Anda.

Tomat

Makanan yang sering dikategorikan sebagai buah dan sayuran ini menawarkan banyak manfaat bagi para penggemarnya. Selain mengandung banyak Vitamin C, antioksidan yang baik dan Vitamin A, tomat juga merupakan buah yang mengandung Vitamin E. Mengonsumsi 2 butir tomat akan memenuhi kebutuhan Vitamin E harian Anda sebanyak 10%. Buah tomat juga dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker prostat. Jadi jangan ragu untuk menambahkan tomat di makan harian Anda.

Buah Berry

Buah yang termasuk ke dalam keluarga berry merupakan buah yang mengandung Vitamin E. Beberapa contoh buah berry adalah cherry, strawberry, blueberry dan blackberry. Di antara semua jenis berry, blackberry lah buah yang mengandung Vitamin E terbanyak. Satu gelas blackberry dapat memenuhi 10% kebutuhan Vitamin E harian Anda. Persis di bawah blackberry, buah blueberry dan raspeberry merupakan juara 2 dari sumber Vitamin E di keluarga berry. Sedangkan buah strawberry yang lebih umum ditemukan di Indonesia merupakan juara 3 dari sumber Vitamin E di keluarga berry.

Jambu Batu

Selain dibuat jus sebagai pengobatan tambahan dari penyakit demam berdarah, buah jambu batu pun dapat memberikan Vitamin E yang dibutuhkan oleh tubuh. Satu gelas jambu batu segar dapat memenuhi kebutuhan harian Vitamin E sebanyak 8%. Buah yang mengandung Vitamin E ini pun dapat memberikan Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K dan mineral lain yang diperlukan oleh tubuh.
Makanan Yang Mengandung Vitamin E

Selain buah-buahan, Vitamin E juga dapat ditemukan di sumber makanan lainnya seperti daging dan sayuran. Pengetahuan mengenai makanan yang mengandung Vitamin E juga penting untuk dimiliki sebab untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, seseorang disarankan mengonsumsi makanan yang bermacam-macam dan bervariasi. Mengetahui jenis makanan lain yang mengandung Vitamin E akan memberi rasa dan variasi baru dalam menu makanan Anda sehari-hari. Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung Vitamin E yang bagus untuk Anda konsumsi:
  • Tahu
  • Tempe
  • Susu kedelai
  • Bayam
  • Kacang-kacangan
  • Almond
  • Biji bunga matahari
  • Udang
  • Ikan
  • Brokoli
  • Hazelnuts
Di atas merupakan beberapa contoh buah dan makanan yang mengandung Vitamin E. Selain mendapatkannya dari makanan, Vitamin E dapat pula Anda peroleh dari suplemen yang dapat dibeli di toko obat dan apotik. Namun perlu diketahui bahwa konsumsi Vitamin E yang terlalu banyak terutama bila berasal dari suplemen dapat masalah kesehatan bagi tubuh Anda, seperti memperlambat penyembuhan luka, mual, diare, kelelahan, sakit kepala, pandangan kabur hingga dapat menjadi faktor pencetus kanker prostat. Jadi, konsumsilah Vitamin E yang didapatkan dari sumber alami agar lebih aman dan mencegah terjadinya efek samping yang berlebihan.

Manfaat & Khasiat Buah Naga Merah

Khasiat Buah Naga Merah untuk Mencegah Penyakit

Ada empat jenis buah naga, dua jenis buah naga daging berwarna merah dengan kulit berwarna merah muda atau merah, dan dua jenis buah naga daging berwarna putih dengan kulit berwarna merah atau kuning. Keempat macam buah naga ini pada dasarnya sama-sama memiliki manfaat luar biasa untuk kesehatan, hanya saja diantara masing-masing sedikit berbeda tingkat kandungan nutrisinya. Lalu apa saja khasiat dan manfaat buah naga merah ini?

Mencegah Kanker

Penyakit kanker termasuk penyakit berbahaya yang sangat sulit untuk disembuhkan. Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, Anda bisa berusaha mencegah kanker salah satunya dengan cara rutin mengonsumsi buah naga merah ini. Buah ini sangat kaya akan vitamin C yang merupakan salah satu antioksidan utama, yang mampu mencegah rusaknya sel/DNA yang dipicu oleh radikal bebas, yang merupakan salah satu asal mula terjadinya kanker. Setiap 100 gram buah naga dapat memenuhi 20% kebutuhan vitamin C harian, padahal satu buah naga biasanya memiliki berat sekita 400 gram atau 0,4 kg.

Bagus untuk Jantung

Khasiat buah naga merah berikutnya adalah untuk menjaga kesehatan jantung. Buah naga mempunyai khasiat menurunkan jumlah kolesterol jahat dan menaikkan jumlah kolesterol baik dalam tubuh. Selain itu kandungan Phytochemical Captin pada buah ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Sebagai informasi, zat Phytochemical Captin biasanya dimanfaatkan untuk pengobatan masalah jantung, dan pada buah ini Anda bisa mendapatkannya secara alami. Jika Anda mempunyai kecenderungan tekanan darah tinggi ataupun masalah jantung, cobalah untuk mengonsumsi buah ini secara rutin.

Mencegah dan Mengatasi Diabetes

Meskipun buah naga merah mengandung gula, namun karena kadar serat dalam buah ini sangat tinggi sehingga tetap bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi diabetes. Kandungan serat selama ini lebih dikenal untuk melancarkan pencernaan, padahal ada fungsi penting lainnya sebagai pengatur dan mengontrol kadar gula darah. Kandungan vitamin B3 yang cukup banyak juga dapat membantu mencegah dan mengatasi penyakit diabetes, terutama tipe 1 dan 2, yang merupakan tipe diabetes yang paling sering terjadi.

Menjaga Kesehatan Tulang

Manfaat buah naga berikutnya adalah menjaga kesehatan tulang. Buah ini mengandung kalsium dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, hanya mencukupi 1% kebutuhan harian untuk setiap 100 gram buah, dibandingkan dengan 18% kebutuhan harian per 100 gram susu. Namun buah ini mengandung kandungan zat besi dalam jumlah lumayan. Perlu diingat bahwa zat besi juga cukup penting untuk kesehatan tulang. Dalam 100 gram buah naga terdapat 8% kebutuhan harian zat besi.

Menjaga Kesehatan Mata

Buah naga cukup efektif untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan beta-karoten yang terkandung dalam buah naga merah ini sangat bermanfaat untuk mata. Oleh karena itu buah naga bisa Anda jadikan pilihan makanan alternatif untuk menjaga kesehatan mata apabila Anda bosan dengan wortel atau jenis makanan sumber beta-karoten lainnya. Anda bisa mengonsumsi buah naga secara langsung atau dengan diolah terlebih dahulu menjadi jus buah.

Manfaat Buah Naga Merah untuk Kesehatan Lainnya

Selain memiliki banyak manfaat untuk mencegah penyakit, buah naga merah masih memiliki manfaat untuk kesehatan lainnya. Di atas telah disebutkan bahwa antioksidan dalam buah naga ini dapat mencegah kanker, namun sebenarnya tidak hanya itu saja. Antioksidan yang berasal dari vitamin C ini dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh secara keseluruhan, sehingga Anda tidak mudah sakit. Rajin mengonsumsi buah ini akan membuat Anda jarang terkena penyakit-penyakit ringan macam flu, batuk, sariawan, sakit tenggorokan, dan yang lainnya.

Kemudian biji buah ini sangat kaya akan asam lemak esensial. Asam lemak jenis ini cukup sulit didapatkan, paling banyak biasanya terdapat pada minyak ikan, kemudian minyak dari biji-bijian. Kenapa dinamakan esensial? karena asam lemak ini sangat penting untuk tubuh, yang mana kebutuhannya mutlak untuk dipenuhi. Nutrisi ini penting kebutuhan kesehatan tubuh pada tingkat sel. Untuk mendapatkan asam lemak esensial ini yang perlu Anda perhatikan adalah harus mengonsumsi buah naga ini dengan cara di jus atau di blender, karena sistem pencernaan kita tidak mampu untuk menghancurkan biji buah naga dengan sendirinya.

Keutamaan & Tatacara Shalat Berjama'ah

Shalat berjamaah diperintahkan oleh Nabi SAW dengan penekanan khusus. Para alim-ulama Islam semenjak awal sejarahnya telah mencoba menyelami alasan di balik itu. Ini bukan karena sekadar mencari pembenar untuk meyakin-yakinkan diri sendiri. Melainkan karena gairah untuk lebih memahami rahasia di balik perintah Rasul yang maksum itu. Kita di zaman modern ini ternyata masih saja bisa menemukan makna itu lewat aneka bentuk pengkajian — termasuk melalui media seperti ini.

Selama hidupnya Nabi SAW selalu menyerukan ditegakkannya shalat. Padahal, perintah shalat dalam ayat-ayat Al Quran juga seolah diucapkan dalam satu tarikan nafas dengan perintah bersedekah. Tidak kurang ada 25 tempat dalam Al Quran yang menyerukan shalat setarikan nafas dengan bersedekah, berzakat atau memberi kepada sesama. Dengan demikian secara implisit Al Quran menggariskan adanya “fungsi sosial” dari shalat seperti itu.

Karena melihat fakta demikian, dapat dimaklumi bahwa shalat yang benar haruslah dilakukan secara berjamaah. Sebab, untuk menunaikan perintah lanjutan yang sangat erat kaitannya dengan perintah shalat —yakni bersedekah atau memberi kepada sesama itu— maka shalat harus dilakukan secara berjamaah. Sudah tentu dengan cara ”berjamaah yang berkualitas”.

Nabi Geram Kepada yang Tidak Berjamaah

Dalil tentang keutamaan shalat berjamaah kita peroleh dari hadits Ibnu Umar, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
… صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

”Shalat jama’ah melebihi shalat sendirian dengan (pahala) dua puluh tujuh derajat.” (Muttafaqun ‘alaih Fathul Bari II: 131 nomor 645; Muslim I: 450 nomor 650; Tirmidzi I: 138 nomor 215; Nasa’i II nomor 103 dan Ibnu Majah I: 259 nomor 789).

Tentu saja masih banyak hadits yang mendukung itu, baik tentang besaran pahala, maupun keutamaan yang lain. Tentang besaran pahala, ada hadits sahih yang menyebut angka 25 derajat. Apapun halnya, angka-angka itu menunjukkan kelebihan shalat berjamaah yang jauh di atas shalat yang dilaksanakan secara soliter. Tidak salah pula kiranya kalau angka itu tidak dipahami secara eksak-matematis, melainkan dalam pengertian kiasan, yang pada intinya menunjukkan keutamaan luarbiasa dari shalat berjamaah.

Ada hadits Nabi yang memperlihatkan betapa junjungan kita itu merasa sangat geram manakala umatnya shalat sendiri-sendiri.

Rasulullah saw. bersabda, “Mau aku rasanya menyuruh orang untuk shalat… kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa kayu bakar untuk mendatangi mereka yang tidak ikut shalat dan membakar rumah-rumah mereka …. (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dengan lafal dari Muslim).

Tentu saja hadits tersebut sifatnya pengandaian; untuk menggambarkan betapa sungguh-sungguh seruan Nabi untuk berjamaah. Faktanya, sepanjang sejarah tidak sampai ada rumah yang dibakar Nabi karena alasan itu — bahkan untuk alasan lain manapun. Kaum muslimin sudah cukup diyakinkan dengan seruan Nabi yang dimuliakan mereka, atau cukup dengan pelbagai bentuk pahala yang dijanjikan, tidak sampai perlu dipaksa-paksa. Tentu saja ada pengecualiannya, yakni: kaum munafik.

Dalam variasi riwayat yang lain Nabi SAW melengkapi pengandaian itu dengan kalimat berikut: “… Shalat Isya’ dan shalat Fajar adalah shalat yang paling dirasakan berat bagi orang-orang munafik. Padahal kalau saja mereka tahu, niscaya mereka akan mendatangi masjid bahkan kalau perlu dengan merangkak sekalipun.”

Memang nyaris tidak ada perkecualian bagi setiap lelaki untuk berjamaah di masjid. Dalam kondisi apapun, setiap laki-laki hendaknya shalat berjamaah dengan dasar hukum sunnah muakadah (yang dikuatkan hingga mendekati wajib). Bahkan jika dia buta pun, tetap diharuskan untuk berjamaah di masjid. (Lihat boks: Ikuti Arah Kumandang Adzan.) . Untuk kaum perempuan, Nabi memberi kemudahan tidak harus berjamaah di masjid. Namun karena berjamaah itu nilainya 27 derajat lebih tinggi, maka sudah tentu perempuan pun harus menunaikannya —kendati itu dilaksanakan di rumah.
Jamaahnya di Mana?

Para laki-laki sudah tentu berjamaahnya di masjid. Hal itu lebih utama. Sementara bagi perempuan, hendaknya suaminya jangan sampai melarang jika mereka bermaksud berjamaah di masjid. Tuntunan Nabi tentang itu termaktub dalam hadits berikut:

“Janganlah kalian melarang para wanita (pergi) ke masjid dan hendaklah mereka keluar dengan tidak memakai wangi-wangian.” (HR. Ahmad dan Abu Daud, hadits shahih)

Dari situ kita tahu bahwa perempuan pergi ke masjid itu diseyogyakan manakala manfaatnya lebih besar atau kalau mudaratnya (dampak dari ‘memakai wangi-wangian’) bisa dihindarkan. Frasa “memakai wangi-wangian” dalam teks hadits itu hendaknya tidak dipahami harafiah; bukannya terlarang memakai parfum, melainkan harus dipahami sebagai “hal itu akan memberi dampak tertentu kepada orang lain (laki-laki)”. Kita tahu, parfum adalah peranti yang sangat efektif untuk menarik perhatian orang lain. Selain itu, jika tidak ditekankan demikian, ada kemungkinan terjadi jamaah saling berlomba mengenakan parfum. Bahkan di zaman sekarang pun, sudah tentu segi negatif dari hal ini akan segera tampak.

Dengan demikian, jika disesuaikan dengan konteks zaman kita sekarang, di mana keadaan sudah sangat kondusif, aman dan damai, maka perempuan shalat berjamaah di masjid merupakan keniscayaan. Namun perlu segera diingat bahwa ada hadits sahih yang menyitir sabda Nabi yang dinilai shahih oleh Abu Daud sebagai berikut:

“Janganlah kamu sekalian mencegah istri-istrimu pergi ke masjid, namun (ingat) rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.”
Tatacara Shalat Berjamaah

Bagaimana shalat jamaah dilaksanakan? Ada beberapa topik terkait dengan pelaksanaan shalat berjamaah, yakni: penetapan imam, posisi imam dan makmum, cara makmum menyusul karena terlambat (masbuq), ahlaq sebagai imam, ahlaq sebagai makmum terhadap imam, keutamaan setelah shalat.

Penetapan imam. Untuk menetapkan imam yang didahulukan ialah orang yang lebih banyak memiliki hafalan Al Quran dan lebih memahami hukum Islam. Apabila di kalangan para jamaah itu dinilai setara, maka didahulukan yang lebih pandai dan lebih mengetahui tentang sunnah-sunnah Nabi SAW. Kriteria lainnya adalah didahulukan orang yang lebih dahulu berhijrah. Apabila sama juga, maka didahulukan yang lebih tua usianya.
“Rasulullah SAW berkata kepada kami: “Hendaknya yang menjadi imam shalat suatu kaum adalah yang paling hafal al Qur`an dan paling baik bacaannya. Apabila dalam bacaan mereka sama, maka yang berhak menjadi imam adalah yang paling dahulu hijrahnya. Apabila mereka sama dalam hijrah, maka yang berhak menjadi imam adalah yang paling tua. Janganlah kalian menjadi imam atas seseorang pada keluarga dan kekuasaannya, dan jangan juga menduduki permadani di rumahnya, kecuali ia mengizinkanmu atau dengan izinnya” [HR Muslim]

Hadits di atas sekaligus menyebut adab shalat yang harus kita indahkan. Yakni, jangan menjadi imam terhadap keluarga seseorang kecuali orang itu mengijinkan atau meminta. Bahkan sekadar “menduduki permadani di rumah” seseorang pun hendaknya harus seijin si pemilik. Untuk yang terakhir ini, bisa saja itu dalam konteks shalat; namun bisa jadi tidak berkaitan dengan shalat.

Karena itu, khususnya dalam komunitas jamaah shalat baru (misalnya di suatu masjid yang jamaahnya semula tidak saling kenal) seseorang tidak boleh maju dan mengangkat diri sendiri, melainkan diangkat dan dipilih jamaahnya. Mengapa? Karena dengan maju mengangkat diri sendiri itu berarti dia menganggap dialah yang paling memenuhi kriteria imam seperti hadits di atas. Nah, bukankah itu jumawa? Akhlaq yang dituntunkan Nabi SAW mencegah kita berlaku demikian.
Jika Datang Telat Berjamaah

Adab yang dituntunkan Nabi SAW, kita datang ke masjid untuk berjamaah dengan suasana hati tenang dan tidak tergesa-gesa. Shalat pun diharuskan untuk tuma’ninah, tenang, las-lasan (bhs Jawa). Manakala shalat jamaah sudah didirikan, orang yang datang belakangan hendaknya juga tidak buru-buru, tidak perlu tergesa-gesa demikian rupa sehingga galau (kemrungsung – Jw).

Orang yang datang terlambat itu (disebut masbuq), berusaha bergabung dengan shalat jamaah yang sedang berlangsung dan tidak mendirikan shalat sendiri. Terlebih lagi kalau dia hanya sendirian. Untuk keadaan seperti ini sunnah Nabi menuntunkan sebagai berikut: Dia takbiratul ihram lebih dulu, lalu takbir untuk mengikuti gerakan yang paling mungkin dia ikuti. Kalau dia menemukan imam sudah sujud, maka dia langsung mengikuti imam — pendeknya dia mengikuti imam dalam keadaan imam sedang melakukan gerakan shalat apapun.

Kalau saja saat dia bergabung imam sudah dalam keadaan tahiyat akhir —sehingga tinggal menunaikan salam— maka dia langsung duduk bersimpuh tahiyat akhir. Namun ketika imam mengucap salam, dia tidak mengikuti salam, melainkan bangkit berdiri dan menggenapkan kekurangan jumlah rakaatnya. Jika dia bergabung tadi masih sempat mengikuti ruku’, maka dia dihitung sudah mengikuti 1 (satu) rakaat. Tapi kalau dia bergabung tepat saat imam mengucap “samiallahu liman hamidah”, maka itu belum dihitung satu rakaat. Jadi dia menggenapkan kekurangannya.


POSISI IMAM DAN MAKMUM DALAM SHALAT JAMAAH

Berdasar dalil Sunah Nabi SAW yang sahih dan makbulah, posisi imam dan makmum adalah sebagai berikut:

1. Jika imam dan makmum sama-sama laki-laki, dan makmum pun hanya seorang, maka dia berdiri di sebelah kanannya sejajar dengan posisi imam.


2. Jika imam laki-laki diikuti satu atau lebih jamaah perempuan, maka posisi makmum berada di belakang imam.


3. Jika imam dua orang atau lebih dan semuanya sama jenis kelaminnya: Makmum berdiri membentuk shaf di belakang imam. Shaf dibentuk dimulai tepat dari belakang imam, terus dipenuhi ke sebelah kanan, baru diteruskan dengan memenuhi sebelah kiri imam dan kirinya lagi sampai penuh.


4. Jika makmumnya laki-laki dan perempuan, maka makmum laki-laki di depan, lalu makmum perempuan di belakang makmum laki-laki. Ini berlaku untuk jumlah berapapun makmumnya. Cara menyusun shafnya dimulai dari tengah (tepat di belakang imam), lalu untuk lebih afdal dengan memenuhi dulu sisi kanan dari belakang imam diteruskan dari belakang imam ke kiri.


Imam perempuan jika diikuti oleh makmum perempuan mengikuti tatacara sebagai berikut:
Untuk makmum seorang, berdiri di sebelah kanan imam:
Untuk makmum perempuan lebih dari seorang dan bahkan dengan shaf yang lebih dari satu, posisi imam berada di tengah-tengah shaf pertama, lalu shaf berikutnya berjajar di belakangnya:


Thalhah bin Ubaidillah ra. - Si Dermawan

Thalhah bin Ubaidillah ra 

Pribadi yang Pemurah dan Dermawan

Kemurahan dan kedermawanan Thalhah bin Ubaidillah ra.patut kita contoh dan kita teladani. Dalam hidupnya ia mempunyai tujuan utama yaitu bermurah dalam pengorbanan jiwa. Thalhah ra. merupakan salah seorang dari delapan orang yang pertama masuk Islam, dimana pada saat itu orang bernilai seribu orang. Sejak awal keislamannya sampai akhir hidupnya dia tidak pernah mengingkari janji. Janjinya selalu tepat. Ia juga dikenal sebagai orang jujur, tidak pernah menipu apalagi berkhianat. Thalhah masuk Islam melalui anak pamannya, Abu bakar As sidiq Ra.

Awal Masuk Islam

Dengan disertai Abu bakar Assiddiq, Thalhah ra. pergi menemui Rasulullah SAW. Setelah berhasil jumpa dengan Rasulullah SAW, Thalhah mengungkapkan niatnya hendak ikut memeluk Dinul haq, Islam. Maka Rasulullah SAW menyuruhnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah menyatakan keislamannya di hadapan Muhammad SAW, Thalhah dan Abu bakar Ra pun pergi. Tapi ditengah jalan mereka dicegat oleh Nofel bin Khuwailid yang dikenal dengan "Singa Quraisy", yang terkenal kejam dan bengis. Nofel kemudian memanggil gerombolannya untuk menangkap mereka. Ternyata Thalhah dan Abubakar tidak hanya ditangkap saja. Mereka diikat dalam satu tambang lalu dipukuli. Semua itu dilakukan Nofel sebagai siksaan atas keislaman Thalhah ra. Oleh karena itu Thalhah dan Abubakar Ra dijuluki "Alqorinan" atau "dua serangkai". Thalhah adalah seorang lelaki yang gagah berani, tidak takut menghadapi kesulitan, kesakitan dan segala macam ujian lainnya. Ia seorang yang kokoh mempertahankan pendirian meskipun ketika jaman jahiliah.

Pengorbanan Thalhah kepada Rasulullah SAW

Bila diingatkan tentang perang Uhud, Abubakar Ra selalu teringat pada Thalhah ra. Ia berkata, "Perang Uhud adalah harinya Thalhah ra. Pada waktu itu akulah orang pertama yang menjumpai Rasulullah SAW. Ketika melihat aku dan Abu Ubaidah, baginda berkata kepada kami: "Lihatlah saudaramu ini." Pada waktu itu aku melihat tubuh Thalhah terkena lebih dari tujuh puluh tikaman atau panah dan jari tangannya putus." Diceritakan ketika tentara Muslim terdesak mundur dan Rasulullah SAW dalam bahaya akibat ketidakdisiplinan pemanah-pemanah dalam menjaga pos-pos di bukit, di saat itu pasukan musyrikin bagai kesetanan merangsek maju untuk melumat tentara muslim dan Rasulullah SAW, terbayang di pikiran mereka kekalahan yang amat memalukan di perang Badar. Mereka masing-masing mencari orang yang pernah membunuh keluarga mereka sewaktu perang Badar dan berniat akan membunuh dan memotong-motong dengan sadis. Semua musyrikin berusaha mencari Rasulullah SAW. Dengan pedang-pedangnya yang tajam dan mengkilat, mereka terus mencari Rasulullah SAW. Tetapi kaum muslimin dengan sekuat tenaga melindungi Rasulullah SAW, melindungi dengan tubuhnya dengan daya upaya, mereka rela terkena sabetan, tikaman pedang dan anak panah. Tombak dan panah menghunjam mereka, tetapi mereka tetap bertahan melawan kaum musyrikin Quraisy. Hati mereka berucap dengan teguh, "Aku korbankan ayah ibuku untuk engkau, ya Rasulullah saw.". Salah satu diantara mujahid yang melindungi Nabi SAW adalah Thalhah ra. Ia berperawakan tinggi kekar. Ia ayunkan pedangnya ke kanan dan ke kiri. Ia melompat ke arah Rasulullah saw. yang tubuhnya berdarah. Dipeluknya Beliau dengan tangan kiri dan dadanya. Sementara pedang yang ada ditangan kanannya ia ayunkan ke arah lawan yang mengelilinginya bagai laron yang tidak memperdulikan maut. Alhamdulillah, Rasulullah saw. selamat.

Thalhah memang merupakan salah satu pahlawan dalam barisan tentara perang Uhud. Ia siap berkorban demi membela Nabi SAW. Ia memang patut ditempatkan pada barisan depan karena ALLAH menganugrahkan kepada dirinya tubuh kuat dan kekar, keimanan yang teguh dan keikhlasan pada agama ALLAH. Akhirnya kaum musyrikin pergi meninggalkan medan perang. Mereka mengira Rasulullah SAW telah tewas. Alhamdulillah, Rasulullah saw. selamat walaupun dalam keadaan menderita luka-luka. Baginda dipapah oleh Thalhah menaiki bukit yang ada di ujung medan pertempuran. Tangan, tubuh dan kakinya diciumi oleh Thalhah, seraya berkata, "Aku tebus engkau Ya Rasulullah saw. dengan ayah ibuku." Nabi SAW tersenyum dan berkata, " Engkau adalah Thalhah kebajikan." Di hadapan para sahabat Nabi SAW bersabda, " Keharusan bagi Thalhah adalah memperoleh ...." Yang dimaksud nabi SAW adalah memperoleh surga. Sejak peristiwa Uhud itulah Thalhah mendapat julukan "Burung elang hari Uhud."

Thalhah Yang Dermawan

Pernahkah anda melihat sungai yang airnya mengalir terus menerus mengairi dataran dan lembah ? Begitulah Thalhah bin Ubaidillah. Ia adalah seorang dari kaum muslimin yang kaya raya, tapi pemurah dan dermawan. Istrinya bernama Su'da binti Auf. Pada suatu hari istrinya melihat Thalhah sedang murung dan duduk termenung sedih. Melihat keadaan suaminya, sang istri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah mejawab, " Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan ?" Maka istrinya berkata, "Uang yang ada ditanganmu itu bagi-bagikanlah kepada fakir-miskin." Maka dibagi-bagikannyalah seluruh uang yang ada ditangan Thalhah tanpa meninggalkan sepeserpun. Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah, katanya, "Aku berkawan dengan Thalhah baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya." Jaabir bin Abdullah bertutur, " Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah walaupun tanpa diminta." Oleh karena itu patutlah jika dia dijuluki "Thalhah si dermawan", "Thalhah si pengalir harta", "Thalhah kebaikan dan kebajikan".

Wafatnya Thalhah

Sewaktu terjadi pertempuran "Aljamal", Thalhah (di pihak lain) bertemu dengan Ali Ra dan Ali Ra memperingatkan agar ia mundur ke barisan paling belakang. Sebuah panah mengenai betisnya maka dia segera dipindahkan ke Basra dan tak berapa lama kemudian karena lukanya yang cukup dalam ia wafat. Thalhah wafat pada usia enam puluh tahun dan dikubur di suatu tempat dekat padang rumput di Basra. Rasulullah saw. pernah berkata kepada para sahabat Ra, "Orang ini termasuk yang gugur dan barang siapa senang melihat seorang syahid berjalan diatas bumi maka lihatlah Thalhah ra. Hal itu juga dikatakan ALLAH dalam firmanNya : "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang -orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada ALLAH, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya." (Al-Ahzaab: 23)