Monday, 3 October 2016

Masjid Cordoba Di Masa Kejayaan dan Kemunduran Islam

Di dalam sejarah Islam, masjid memegang peranan penting untuk kemajuan peradaban. Kita sering melihat di atas kubah masjid ada lambang bulan sabit dan bintang sebagai lambang kejayaan. Masjid yang pertama kali di bangun Rasulullah Saw. adalah masjid Quba, kemudian masjid Nabawi. Masjid ini selain sebagai tempat beribadah, juga tempat menuntut ilmu, bermusyawarah dan mengatur strategi perang.

Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi masjid semakin sangat sentral. Di dalam kompleks masjid di bangun sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan observatorium. Masjid menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi orang daripada tempat lainnya. Orang pergi ke masjid tidak hanya berniat beribadah di dalamnya, tetapi juga menuntut ilmu dan berdiskusi.

“Di era kejayaan Islam, masjid tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, namun juga sebagai pusat kegiatan intelektualitas,” ungkap J. Pedersen dalam bukunya berjudul Arabic Book.

Sejarawan asal Palestina, AL Tibawi, menyatakan bahwa sepanjang sejarahnya, masjid dan pendidikan Islam adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Di dunia Islam, sekolah dan masjid menjadi satu kesatuan. “Sejak pertama kali berdiri, masjid telah menjadi pusat kegiatan keislaman, tempat menunaikan shalat, berdakwah, mendiskusikan politik, dan sekolah,” cetus Jacques Wardenburg.

Salah satu masjid yang paling terkenal dalam sejarah Islam adalah Masjid Cordoba di Spanyol. Masjid ini dibangun oleh Khalifah Bani Umayyah yang bernama Abdurrahman III. Masjid ini memiliki seni arsitektur yang tinggi dan indah. Tinggi menaranya 40 hasta di atas batang-batang kayu berukir dan ditopang oleh 1293 tiang yang terbuat dari berbagai macam marmer bermotif papan catur. Di sisi selatan tampak 19 pintu berlapiskan perunggu dengan kreasi yang sangat menakjubkan. Sementara pintu tengahnya berlapiskan lempeng-lempeng emas. Panjang Masjid Cordoba dari utara ke selatan mencapai 175 meter dan lebarnya dari timur ke barat 134 meter. Sedangkan tingginya mencapai 20 meter.

Setiap gerbang di masjid itu terdapat batu-bata merah dan batu putih. Gabungan unsur batu-batu tersebut mampu mewujudkan konsep jaluran yang menakjubkan. Konsep jaluran merah-putih itu banyak mempengaruhi seni arsitektur bangunan di Spanyol. Hiasan dindingnya disemarakkan unsur flora dan inskripsi dari al-Quran dalam bentuk ukiran kapur, kaca, marmar dan mozaik emas.

Bangunan masjid ini sangat kokoh dan tahan gempa, bahkan pada gempa keras yang pernah terjadi tahun 1793 (gempa bumi Lisabon) tidak ada sedikitpun keretakan yang terjadi. Sedangkan bangunan Kathedral dalam bagian masjid ini didirikan pada awal abad ke-13 masehi telah mengalami keretakan yang saat ini masih dapat terlihat.

Selain itu, kemegahan dekorasi pada ruang shalat juga sangat menonjolkan ruang mihrab. Lubang-lubang hiasan diletakkan pada ruangan kecil berbentuk segi delapan. Konfigurasi yang menakjubkan pada mihrab tersebut menjadi pusat perhatian. Kemegahan Masjid Cordoba yang bertahan hingga sekarang menjadi saksi masa keemasan Islam di benua Eropa..

Keagungan masjid ini mencerminkan kemakmuran dan kesejahteraan Negara tersebut. Cordoba pada saat itu menjadi pusat perdagangan, ilmu pengetahuan, dan ibu kota kekhalifahan Bani Umayyah. Saat itu, terdapat 170 wanita yang berprofesi sebagai penulis kitab suci al-Quran dengan huruf Kufi yang indah. Anak-anak fakir miskin pun bisa belajar secara gratis di sekolah yang disediakan Khalifah. Aktivitas di masjid begitu semarak. Tak heran, jika pada malam hari, masjid itu diterangi 4.700 buah lampu yang menghabiskan 11 ton minyak pertahun

Setiap tahun perpustakaan Masjid Cordoba dikunjungi oleh lebih dari 400.000 orang. Jumlah ini sangat jauh berbeda dengan kunjungan orang-orang di perpustakaan-perpustakaan Eropa yang hanya mencapai 1000 orang pertahunnya. Perpustakaan Masjid Cordoba tidak hanya dikunjungi oleh muslim, tetapi juga non-muslim. Salah satu alumninya adalah pemimpin tertinggi agama Katolik, Paus Sylvester II. Selepas belajar matematika di Spanyol, dia kemudian mendirikan sekolah katedral dan mengajarkan aritmatika dan geometri kepada para muridnya.

Masjid Cordoba telah menghasilkan ulama dan ilmuwan-ilmuwan besar yang dikenang

sepanjang masa. Beberapa di antaranya:
Ibnu Rusyd: ahli fikih penulis kitab Bidayatul Mujtahid dan juga filosof dan dokter ternama.
Ibnu Hazm: ahli fikih penulis kitab al-Muhalla, sastrawan, dan juga pakar studi perbandingan agama.
Al-Qurthubi: ahli tafsir penulis kitab Tafsir al-Qurthubi.
Ibnu Bajjah: ahli matematika ternama.
Al-Ghafiqi: ahli botani ternama.
Ibnu Thufayl: ahli kedokteran dan filosof ternama.
Al-Idrisi: seorang kartografer dan geographer ternama.
Ibnu Farnas: peletak dasar penciptaan pesawat terbang.
Al-Zahrawi: ahli bedah yang telah menciptakan alat-alat bedah.
Ibnu Zuhr: dokter ahli jantung ternama.

Namun sayang, sejak ditaklukkan oleh Raja Leon Alfonso VII yang Kristen, masjid ini dirubah fungsinya menjadi sebuah gereja. Pada awal abad ke-13, kekhalifahan Bani Umayyah tidak dapat mengatasi serbuan bangsa Eropa yang datang dari Utara maka Cordoba ditaklukkan, termasuk masjid ini ikut diduduki. Kemudian beberapa tiang dihancurkan dan di dalam bangunan masjid didirikan kathedral yang diberi nama Cathedral Mezquita (Katedral Masjid). Pada beberapa dinding masjid saat ini terlihat lambang-lambang non muslim. Sampai saat ini masih berdentang lonceng gereja tiap beberapa menit sekali.

Mengabaikan janji mereka untuk toleran terhadap keyakinan kaum Muslim, bangsa Spanyol yang Kristen ikut serta dalam gelombang pemaksaan, pengusiran dan pembunuhan. Masjid-masjid dihancurkan, sebaliknya gereja-gereja dibangun.

Kenangan pada “masa berdarah” dan perang yang selama ratusan tahun melanda seluruh Spanyol masih hidup dalam ingatan kebanyakan orang-orang Kristen.

Bahkan hari ini di bukit-bukit sekitar Granada, mereka masih menggunakan doa pembaptisan lama, “Inilah anakmu: kau berikan seorang Moor (muslim) padaku, Aku kembalikan dia menjadi seorang Kristen.”

Keruntuhan Cordoba itu tidak saja diratapi oleh Umat Islam, tetapi juga seorang penulis Kristen Stanley Lane Poole dalam bukunya “The Mohammadan Dynasties” mengaku betapa mundurnya peradaban Spanyol setelah runtuhnya kerajaan Islam Cordoba.

Sejarah Peradaban Islam Turki Usmani

Sejarah Peradaban Islam TURKI USMANI (1288-1923 M / 1299–1923 M)

A. Latar Belakang
Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari Kabilah Oghuz / Ughuj yang mendiami daerah Mongol dan daerah Utara Negeri Cina. Pada Abad ke-13 M, saat Chengis Khan mengusir orang-orang Turki dari Khurasan dan sekitarnya. Kakenya Usman, yang bernama Sulaiman bersama pengikutnya bermukim di Asia kecil. Dari perjalanan tersebut Sulaiman, ia tenggelam ketika menyemberangi sungai Efrat (dekat Allepo). Sulaiman mempunyai empat saudara yang bernama, Shunkur, Gundogdur, al-Thugril, dan Dundar. Dua puteranya kembali ke tanah air mereka. Sementara yang kedua terakhir bermukim di Asia kecil. Di sana mereka di bawah pimpinan Sultan Alauddin di Kunia. Saat Mongol menyerang sultan Alauddin di Anggara (kini Angkara), al-Thugril membantu mengusir Mongol, sehingga berkat jasanya itu, Alauddin memberikan daerah Iski Shahr dan sekitarnya. Al-Thugril, mendirikan ibukota bernama Sungut, di sana lahir anak pertama bernama Usman pad 1258 M. Al-Thugril meninggal pada 1288 M. dan ia mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan, maka sejak itulah berdiri Dinasti Turki Usman.

B. Silsilah Keturunan / Kekuasaan
Sultan Alauddin meninggal pada 1300 M / 699 H, maka Usman mengumumkan diri sebagai Sultan yang berdaulat penuh. Namun tidak langung diakui oleh banyak orang. Pada masa Usman hanya memiliki wilayah yang sangat kecil, ia meninggal pada 1326 M. kemudian puteranya naik tahta yang bernama Orkhan (Urkhun) pada usia 42 tahun. Pada masanya ia membentuk tiga pasukan utama, tentara Siphai (tentara reguler), tentara Hazeb (tentara ireguler), tentara Jenisari (pasukan direkrut pada usia dua belas tahun). 

Selanjutnya kekuasaan beralih kepada puteranya Murad I, yang telah berhasil menaklukan, Adrianopol, Masedonia, Bulgaria, Serbia, Kosovo dan Asia kecil. Murad I bergelar Alexander abad pertengahan. Murad digantikan oleh puteranya Bayazid I, yang bergelar Ildrim (kilat), terjadi pertempuran dengan tentara Mongol yang dipimpin oleh Timur Lenk, sehingga Bayazid I bersama puteranya Musa tertawan dan wafat dalam tawanan tahun 1403 M. Pada masa ini Turki Usmani mulai mengalami kemunduran. Kemudian dilanjutkan oleh Muhammad, ia berhasil memulihkan kondisi menjadi stabil sehingga para sejarawan mensejajarkan dia dengan Umar II dari Dinasti Umayyah. 

Setelah ia meninggal digantikan oleh Murad II (1421-1451 M),, ia mengembalikan cintra Murad I, yaitu dengan merebut kembali daerah-daerah Eropa (Kosovo). Ia banyak mendirikan Masjid dan Sekolah. Penggatinya adalah Muhammad II (1451-1484M), dengan gelar Al-Fatih, ia telah berhasila menaklukkan kota Konstantinopel pada 25 Mei 1453. Dan juga ia menaklukkan Venish, Italy, Rhodos, dan Cremia yang terkenal denan Konstantinopel II. ia menerapkan UU islam dalam qanun namah. Setelaha abad ke-16 M atauran ini dilonggarkan. Al-fatih meninggal, digantikan anaknya Bayazid II, kemudian digantikan oleh anaknya Salim I, ia sangat kejam, dalam sejarah Eropa dikenal sebagai Salim the Grim. Ia menaklukkan Asia Kecil, Persia, Kaldiran, dan Mesir. Dan juga berhasil menaklukkan Sultan Mamluk (1517 M). ia memindahkan Khalifah boneka Bani Abbas ke Konstantinopel yang bernama Ahmad dan mengambil gelar secara sakral yang kemudian digunakan oleh sultan Turki, Salim I, sehingga kota tersebut berubah menjadi Istambul. 

Selanjutnya digantikan oleh Sulaiman Agung (1520-1566), mendapat julukan Sulaiman al-Qanuni, pada masanya disusun sebuah kitab undang-undang (qanun), Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur dan berhasil membawa kejayaan islam, dan ia pula berhasil menterjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Turki. Sulaiman jug berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki Usmani pada masanya mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria,Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa.
Sulaiman al-Qanuni diganti oleh Salim II (1566-1573 M), Di masa pemerintahannya terjadi pertempuran antara armada laut Kerajaan Usmani dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Pertempuran itu terjadi di Selat Liponto (Yunani). Dalam pertempuran ini Turki Usmani mengalami kekalahan yang mengakibatkan Tunisia dapat direbut oleh musuh.

Selanjunya digantikan oleh Sultan Murad III (1574-1595 M) berkepribadian jelek dan suka memperturutkan hawa nafsunya, namun Kerajaan Usmani pada masanya berhasil menyerbu Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabnz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia, dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M. Namun kehidupan moral Sultan yangjelek menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri.

Kekacauan ini makin menjadi-jadi dengan tampilnya Sultan Muhammad III (1595-1603M), pengganti Murad III, yang membunuh semua saudara laki-lakinya berjumlah 19 orang dan menenggelamkan janda-janda ayahnya sejumlah 10 orang demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Usmani.

Sultan Ahmad I (1603-1617 M), pengganti Muhammad III, sempat bangkit untuk memperbaiki situasi dalam negeri, tetapi kejayaan Kerajaan Usmani di mata bangsa-bangsa Eropa sudah mulai memudar.

Sesudah Sultan Ahmad I ( 1603-1617 M), situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahannya yang pertama (1617-1618 M) dan kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta dan diganti oleh Usman II (1618-1622 M). Namun yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan. Dalam situasi demikian bangsa Persia bangkit mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali. Kerajaan Usmani sendiri tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa melepaskan wilayah Persia tersebut.

Langkah-langkah perbaikan kerajaan mulai diusahakan oleh Sultan Murad IV (1623 – 1640 M). Pertama-tama ia mencoba menyusun dan menertibkan pemerintahan. Pasukan Jenissari’ yang pernah menumbangkan Usman II dapat dikuasainya. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara keseluruhan. Situasi politik yang sudah mulai membaik itu kembali merosot pada masa pemerintahan Ibrahim I (1640-1648 M), karena ia termasuk orang yang lemah. Pada masanya ini orang-orang Venetia melakukan peperangan laut melawan dan berhasil mengusir orang-orang Turki Usmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M. Kekalahan itu membawa Muhammad Koprulu (berasal dari Kopru dekat Amasia di Asia Kecil) ke kedudukan sebagai wazir atau shadr al-a’zham (perdana menteri) yang diberi kekuasaan absolut. Ia berhasil mengembalikan peraturan dan mengkonsolidasikan stabilitas keuangan negara. Setelah Koprulu meninggal (1661 M), jabatannya dipegang oleh anaknya, Ibrahim.

Ibrahim menyangka bahwa kekuatan militernya sudah pulih sama sekali. Karena itu, ia menyerbu Hongaria dan mengancam Vienna. Namun, perhitungan Ibrahim meleset, ia kalah dalam pertempuran itu secara berturut-turut. Pada masa-masa selanjutnya wilayah Turki Usmani yang luas itu sedikit demi sedikit terlepas dari kekuasaannya, direbut oleh negara-negara Eropa yang baru mulai bangun. Pada tahun 1699M terjadi “Perjanjian Karlowith” yang memaksa Sultan untuk menyerahkan seluruh Hongaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada Hapsburg; dan Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia kepada orang-orang Venetia.
Pada tahun 1770 M, tentara Rusia mengalahkan armada Kerajaan Usmani di sepanjang pantai Asia Kecil. Akan tetapi, tentara Rusia ini dapat dikalahkan kembali oleh Sultan Mustafa III (1757-1774 M) yang segera dapat mengkonsolidasi kekuatannya.

Sultan Mustafa III diganti oleh saudaranya, Sultan Abd al-Hamid (1774-1789 M), seorang yang lemah. Tidak lama setelah naik tahta, di Kutchuk Kinarja ia mengadakan perjanjian yang dinamakan “Perjanjian Kinarja” dengan Catherine II dari Rusia. Isi perjanjian itu antara lain:

1. Kerajaan Usmani harus menyerahkan benteng-benteng yang berada di Laut Hitam kepada Rusia dan memberi izin kepada armada Rusia untuk melintasi selat yang menghubungkan Laut Hitam dengan LautPutih, dan
2. Kerajaan Usmani mengakui kemerdekaan Kirman (Crimea).

Demikianlah proses kemunduran yang terjadi di Kerajaan Usmani selama dua abad lebih setelah ditinggal Sultan Sulaiman al-Qanuni. Satu persatu negeri-negeri di Eropa yang pernah dikuasai kerajaan ini memerdekakan diri. Bukan hanya negeri-negeri di Eropa yang memang sedang mengalami kemajuan yang memberontak terhadap kekuasaan Kerajaan Usmani, tetapi juga beberapa daerah di Timur Tengah mencoba bangkit memberontak.

Di Mesir, kelemahan-kelemanan Kerajaan Usmani membuat Mamalik bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Ali Bey, pada tahun 1770 M, Mamalik kembali berkuasa di Mesir, sampai datangnyaNapoleon Bonaparte dari Perancis tahun 1798 M.

Di Libanon dan Syria, Fakhral-Din, seorang pemimpin Dntze, berhasil menguasai Palestina, dan pada tahun 1610 M merampas Ba’albak dan mengancam Damaskus. Fakhr al-Din baru menyerah tahun 1635 M. Di Persia, Kerajaan Safawi ketika masih jaya beberapa kali mengadakan perlawanan terhadap Kerajaan Usmani dan beberapa kali pula ia keluar sebagai pemenang.

Sementara itu, di Arabia bangkit kekuatan baru, yaitu aliansi antara pemimpin agama Muhammad ibn Abd al-Wahhab yang dikenal dengan gerakan Wahhabiyah dengan penguasa lokal Ibn Sa’ud. Mereka berhasil menguasai beberapa daerah di jazirah Arab dan sekitarnya di awal paroh kedua abad ke-18 M.

Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Kerajaan Usmani ketika sedang mengalami kemunduran. Gerakan-gerakan seperti itu terus berlanjut hingga abad ke-19 dan ke-20 M.

• Osman I (1281-1326; bey)
• Orhan I (1326-1359; bey)
• Murad I (1359-1389; sultan sejak 1383)
• Beyazid I (1389-1402)
• Interregnum (1402-1413)
• Mehmed I (1413-1421)
• Murad II (1421-1444) (1445-1451)
• Mehmed II (sang Penguasa) (1444-1445) (1451-1481)
• Beyazid II (1481-1512)
• Selim I (1512-1520)
• Suleiman I (yang Agung) (1520-1566)
• Selim II (1566-1574)
• Murad III (1574-1595)
• Mehmed III (1595-1603)
• Ahmed I (1603-1617)
• Mustafa I (1617-1618)
• Osman II (1618-1622)
• Mustafa I (1622-1623)
• Murad IV (1623-1640)
• Ibrahim I (1640-1648)
• Mehmed IV (1648-1687)
• Suleiman II (1687-1691)
• Ahmed II (1691-1695)
• Mustafa II (1695-1703)
• Ahmed III (1703-1730)
• Mahmud I (1730-1754)
• Osman III (1754-1757)
• Mustafa III (1757-1774)
• Abd-ul-Hamid I (1774-1789)
• Selim III (1789-1807)
• Mustafa IV (1807-1808)
• Mahmud II (1808-1839)
• Abd-ul-Mejid I (1839-1861)
• Abd-ul-Aziz (1861-1876)
• Murad V (1876)
• Abd-ul-Hamid II (1876-1909)
• Mehmed V (Reşad) (1909-1918)
• Mehmed VI (Vahideddin) (1918-1922)
• Abd-ul-Mejid II, (1922-1924; hanya sebagai Kalifah) 

C. Kemajuan / Kejayaan Masa Turki Usmani
Selama kejayaan dinasti ini ada beberapa yang telah berhasil namun diperiode selanjutnya daerah-daerah yang telah dikuasi kembali direbut oleh pihak yang ingin menguasai Turki Usmani, adapun keberhasilan pada masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang (qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni.

Pada masa Sulaiman kota-kota besar dan kota-kota lainnya banyak dibangun nmesjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa buah dari bangunan itu dibangun di bawah koordinator Sinan, seorang arsitek asal Anatolia.

Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka kelihatan tidak begitu menonjol.

Bangsa Turki juga banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan mesjid yang indah, seperti Masjid Al-Muhammadi atau Mesjid Jami’ Sultan Muhammad Al-fatih, Mesjid Agung Sulaiman dan Mesjid Abi Ayyub al-Anshari.Mesjid-mesjidtersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu mesjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah mesjid yang asalnya gereja Aya Sopia. Hiasan kaligrafi itu, dijadikan penutup gambar-gambar Kristiani yang ada sebelumnya. 

Pada masa Turki Usmani tarekat mengalami kemajuan. Tarekat yang paling berkembang ialah tarekat Bektasyi dan Tarekat Maulawi. Kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer. Di pihak lain, kajian-kajian ilmu keagamaan, Asy’ariyah mendapatkan tempatnya. Selain itu para ulama banyak menulis buku dalam bentuk syarah (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya¬karya masa klasik.

D. Faktor Runtuhnya Turki Usmani
Ada 2 faktor yang membuat khilafah Turki Utsmani mundur:

1. Intern
• Buruknya pemahaman Islam
Lemahnya pemahaman Islam membuat reformasi gagal. Sebab saat itu khilafah tak bisa membedakan IPTEK dengan peradaban dan pemikiran. Ini membuat munculnya struktur baru dalam negara, yakni perdana menteri, yang tak dikenal sejarah Islam kecuali setelah terpengaruh demokrasi Barat yang mulai merasuk ke tubuh khilafah. Saat itu, penguasa dan syaikhul Islam mulai terbuka terhadap demokrasi lewat fatwa syaikhul Islam yang kontroversi. Malah, setelah terbentuk Dewan Tanzimat (1839 M) semakin kokohlah pemikiran Barat, setelah disusunnya beberapa UU, seperti UU Acara Pidana (1840), dan UU Dagang (1850), tambah rumusan Konstitusi 1876 oleh Gerakan Turki Muda, yang berusaha membatasi fungsi dan kewenangan kholifah.

• Salah menerapkan Islam.
Dengan diambilnya UU oleh Suleiman II, seharusnya penyimpangan dalam pengangkatan kholifah bisa dihindari, tapi ini tak tersentuh UU. Dampaknya, setelah berakhirnya kekuasaan Suleimanul Qonun, yang jadi khalifah malah orang lemah, seperti Sultan Mustafa I (1617), Osman II (1617-1621), Murad IV (1622-1640), Ibrohim bin Ahmed (1639-1648), Mehmed IV (1648-1687), Suleiman II (1687-1690), Ahmed II (1690-1694), Mustafa II (1694-1703), Ahmed III (1703-1730), Mahmud I (1730-1754), Osman III (1754-1787), Mustafa III (1757-1773), dan Abdul Hamid I (1773-1788). Inilah yang membuat militer, Yennisari-yang dibentuk Sultan Ourkhan-saat itu memberontak (1525, 1632, 1727, dan 1826), sehingga mereka dibubarkan (1785). Selain itu, majemuknya rakyat dari segi agama, etnik dan mazhab perlu penguasa berintelektual kuat. Sehingga, para pemimpin lemah ini memicu pemberontakan kaum Druz yang dipimpin Fakhruddin bin al-Ma'ni

Dengan tak dijalankannya politik luar negeri yang Islami-dakwah dan jihad-pemahaman jihad sebagai cara mengemban ideologi Islam ke luar negeri hilang dari benak muslimin dan kholifah. Ini terlihat saat Sultan Abdul Hamid I/Sultan Abdul Hamid Khan meminta Syekh al-Azhar membaca Shohihul Bukhori di al-Azhar agar Allah SWT memenangkannya atas Rusia (1788). Sultanpun meminta Gubernur Mesir saat itu agar memilih 10 ulama dari seluruh mazhab membaca kitab itu tiap hari Menghadapi kemerosotan itu, khilafah telah melakukan reformasi (abad ke-17, dst). 

2. Eksten
• Penjajahan Barat membawa semangat gold, glory, dan gospel
Sejak jatuhnya Konstantinopel di abad 15, Eropa-Kristen melihatnya sebagai awal Masalah Ketimuran, sampai abad 16 saat penaklukan Balkan, seperti Bosnia, Albania, Yunani dan kepulauan Ionia. Ini membuat Paus Paulus V (1566-1572) menyatukan Eropa yang dilanda perang antar agama-sesama Kristen, yakni Protestan dan Katolik. Konflik ini berakhir setelah adanya Konferensi Westafalia (1667). Saat itu, penaklukan khilafah terhenti. Memang setelah kalahnya khilafah atas Eropa dalam perang Lepanto (1571), khilafah hanya mempertahankan wilayahnya. Ini dimanfaatkan Austria dan Venezia untuk memukul khilafah. Pada Perjanjian Carlowitz (1699), wilayah Hongaria, Slovenia, Kroasia, Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia lepas; masing-masing ke tangan Venezia dan Habsburg. Malah khilafah harus kehilangan wilayahnya di Eropa pada Perang Krim (abad ke-19), dan tambah tragis setelah Perjanjian San Stefano (1878) dan Berlin (1887).

Runtuhnya Kerajaan Turki Usmani

pasca Sultan Sulaiman, diakibatkan karena perebutan kekuasaan antara putra-putranya sendiri. Para pengganti Sultan Sulaiman, sebagian orang-orang yang lemah dan mempunyai sifat dan keperibadian yang buruk. Juga karena lemahnya semangat perjuangan prajurit Usmani yang mengakibatkan kekalahan dalam menghadapi beberapa peperangan, ekonomi semakin memburuk, sifat pemerintahan tidak berjalan semestinya.

Penguasa Turki Usmani hanya mengadakan ekspansi, perluasan wilayah, tanpa memperhitungkan penataan sistem pemerintahan. Hal ini menyebabkan wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan direbut oleh musuh dan sebagian berusaha melepaskan diri. Selain itu, juga disebabkan oleh wilayah kekuasaan yang sangat luas, sehingga pemerintah kesulitan menjalankan administrasi pemerintahan. Faktor lain adalah, kelemahan para penguasa, munculnya budaya pungli, pemberontakan tentara Jenisari, merosotnya ekonomi, dan terjadinya stagnasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Uraian di atas menunjukkan bahwa kemajuan dan kemunduran suatu bangsa, tidak terlepas dari watak para penguasanya.Kerajaan Turki Usmani mengalami kemajuan di saat penguasanya adalah orang-orang yang memiliki komitmen memajukan bangsanya, sehingga selain mengadakan perluasan wilayah kekuasaan, juga tidak melupakan penataan dalam negeri yang telah dikuasainya. Memperbaiki administrasi pengelolaan negara, kemajuan pertahanan dan militer, kemajuan di bidang ilmu pengatahuan dan kebudayaan sebagai syarat untuk mengisi pembangunan bangsa, kehidupan bidang keagamaan yang dapat membentengi negara dari hal-hal yang bersifat amoral, merupakan persyaratan bagi tegaknya sebuh negara. Sebaliknya, sebuah negara dengan wilayah yang sangat luas, heterogenitas penduduk, kelemahan penguasa, akhlak pejabat yang rusak, dan terjadinya stagnasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan bayangan akan kehancuran sebuah pemerintahan, dan ini pula yang dialami oleh Kerajaan Turki Usmani.

H.D. Sirojuddin AR. Mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran kerajaan Turki Usmani, yang meliputi: perluasan wilayah, administrasi yang tidak beres, bangsa dan agama yang heterogen, kebobrokan Konstantinopel, penghianatan para putri istana, pemebrontakan zukisyariah, budaya pungli meraja lela, dekadensi moral, perang yang berkesinambungan, mengabaikan kesejahteraan rakyat, dan munculnya gerakan rasionalisme.

Kenyataan-kenyataan seperti itu telah menjadi momok bagi setiap kekuasaan. Titik lemah suatu negara atau kekuasaan, jika dalam negara atau kekuasaan tersebut telah tumbuh sifat-sifat yang demikian. Sifat rakus kekuasaan wilayah tanpa ada pengaturan yang baik, penghianatan internal, moral tidak menjadi ukuran dalam pengambilan keputusan, para penguasa berpoya-poya dengan uang rakyat dan mengabaikan kesejahteraan rakyat, membuat rakyat semakin tidak berdaya, padahal rakyat adalah tulang punggung suatu negara. Inilah yang titik kelemahan Kerajaan Turki Usmani.

Penghapusan sistem Kekhalifahan

Jatuhnya konstantinopel, ibukota Bizantium, ke tangan pasukan Turki Usmani dibawah pimpinan Sultan Muhammad II Al Fatih pada tahun 1453 dianggap sebagai momentum pertama kontak antara Turki dengan dunia Barat yang disebut dengan era baru. Konstantinopel yang selanjutnya diganti menjadi Istanbul, adalah suatu kota metropolis yang berada di benua Asia dan Eropa. Inilah titik awal masa keemasan Turki Usmani, yang terus cemerlang hingga abad ke-18 dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas membentang dari Hongaria Utara di Barat hingga Iran di Timur; dari Ukrania di Utara hingga Lautan India di Selatan.

Turki Usmani berhasil membentuk suatu Imperium besar dengan masyarakat yang multi-etnis dan multi-religi yang berasilimilasi secara lentur. Kebebasan dan otonomi kultural yang diberikan Imperium kepada rakyatnya yang non-muslim, adalah suatu bukti bagi dunia kontemporer bahwa sistem kekhalifahan dengan konsep Islam telah mempertunjukkan sikap toleransi dan keadilan yang luhur.

Sultan adalah sekaligus khalifah, artinya sebagai pemimpin negara, Ia juga memegang jabatan sebagai pemimpin agama. Kekhalifahan Turki Usmani didukung oleh kekuatan ulama (Syeikhul Islam) sebagai pemegang hukum syariah (Mufti) dan Sad’rul A’dham (perdana Mentri) yang mewakili Kepala Negara dalam melaksanakan wewenang Dunianya. Disamping juga didukung kekuatan tentara, yang dikenal dengan sebutan tentara Janisssari. Kekuatan militer yang disiplin inilah yang mendukung perluasan Imperium Usmani, dan juga yang menyebabkan keruntuhannya pada abad ke-20.

Kegagalan pasukan Turki dalam usaha penaklukan Wina pada tahun 1683, merupakan suatu awal memudarnya kecermelangan Imperium Turki. Kekalahan tersebut dimaknai sebagai melemahnya kekuatan pasukan Turki dan menguatnya pasukan Eropa. Lebih disadari lagi bahwa kekalahan itu menandai kelemahan teknik dan militer pasukan Turki. Inilah yang menjadi awal munculnya upaya mencontoh teknologi militer Barat yang dianggap telah maju. Selanjutnya kondisi ini membawa Turki Usmani pada suatu masa pembaruan atau modernisasi.

Perintis modernisasi (pembaharuan) adalah Sultan Mahmud II, kemudian dilanjutkan oleh Tanzimat. Secara etimologi tanzimat berasal dari kata nazhzhama-yunazhzhimu-tanzhimat, yang berarti mengatur, menyusun, dan memperbaiki. Istilah ini dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh gerakan pembaharuan yang terjadi di Turki Usmani pada pertengahan abad ke-19. Gerakan ini ditandai dengan munculnya sejumlah tokoh pembaharuan Turki Usmani yang belajar dari Barat yaitu bidang pemerintahan, hukum, administrasi, pendidikan, keuangan, perdagangan dan sebagainya. Tanzimat merupakan suatu gerakan pembaharuan sebagai kelanjutan dari kemajuan yang telah dilakukan oleh Sultan Sulaiman (1520-1566 M) yang termasyhur dengan nama al-Qanuni. Namun pembaharuan yang sebenarnya lebih membekas dan berpengaruh pada masa Sultan Mahmud II (1808-1839 M).

Ia memusatkan perhatiannya pada berbagai perubahan internal diantaranya dalam organisasi pemerintahan dan hukum. Sultan Mahmud II juga dikenal sebagai Sultan yang pertama kali dengan tegas mengadakan perbedaan antara urusan agama dan urusan dunia. Urusan agama diatur oleh syari’at Islam (tasyr’ al-dini) dan urusan dunia diatur oleh hukum yang bukan syari’at(tasyri’ madani).

Tanzimat ini berakhir dengan wafatnya Ali Pasya (1871). Kemudian dilanjutkan pada masa Usmani Muda. Tokohnya adalah Ziya Pasya (1825-1880) dan Namik Kemal (1840-1888). Usmani Muda adalah golongan intelektual kerajaan yang menentang kekuasaan absolut sultan. Usmani Muda berasal dari perkumpulan rahasia yang didirikan pada 1865 dengan tujuan merubah pemerintahan absolut kerajaan Turki Usmani menjadi konstitusional. Namun, kelemahan mendasar adalah treletak pada tidak adanya golongan menengah yang berpendidikan lagi kuat perekonomiannya untuk mendukung mereka.

Pembaharu pasca-Usmani Muda adalah Turki Muda. Mereka adalah kalangan intelektual yang lari ke luar negeri dan dari sana melanjutkan oposisi mereka. Gerakan dikalangan militer menjelma dalam bentuk komite-komite rahasia. Oposisi dari berbagai kelompok inilah yang kemudian dikenal dengan Turki Muda. Tokoh utamanya adalah Ahmed Riza (1859-19310, Mahmed Murad (1853-1912) dan Pangeran Sahabuddin (1877-1948). Ide pembaharuanya adalah bahwa yang menyebabkan kemunduran Turki Usmani adalah terletak pada sultan yang mempunyai kekuasaan absolut. oleh karena itu, kekuasaan sultan harus dibatasi. Pada tataran ide pembatasan inilah, ide-ide Barat mulai masuk dalam aspek mencari format pemerintahan yang konstitusional.

Kondisi porak porandanya Imperium Turki Usmani akibat peperangan yang terus menerus, serta ekonomi negara yang devisit inilah menumbuhkan semangat nasionalisme pada generasi muda Turki ketika itu. Pemikiran tentang identitasa bangsa dan pentingnya suatu negara nasionalis yang meliputi bangsa Turki menjadi wacana yang banyak diperdebatkan.

Setelah Perang Dunia I pada tahun 1918, dengan kekalahan pihak Sentral yang didukung oleh Turki, Imperium Turki Usmani mengalami masa kemuduran yang sangat menyedihkan. Satu persatu wilayah kekuasaan yang jauh dari pusat membebaskan diri dari kekuasaan Turki Usmani. Bahkan lebih buruk lagi negara-negara sekutu berupaya membagi-bagi wilayah kekuasaan Turki untuk dijadikan negara koloni mereka.

Pada tahun 1919-1923 terjadi revolusi Turki setelah Turki Muda di bawah pimpinan Mustafa Kemal. Kecemerlangan karier politik Mustafa Kemal Attaturk dalam peperangan, yang dikenal sebagai perang kemerdekaan Turki, mengantarkannya menjadi pemimpin dan juru bicara gerakan nasionalisme Turki. Gerakan nasionalisme ini, yang pada waktu itu merupakan leburan dari berbagai kelompok gerakan kemerdekaan di Turki, semula bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaan Turki dari rebutan negara-negara sekutu. Namun pada perkembangan selanjutnya gerakan ini diarahkan untuk menentang Sultan.

Mustafa Kemal Attaturk (1881-1938) lahir di kota Salonika pada tahun 1881. ia merupakan pendiri Republik Turki. Sejak kecil Attaturk bercita-cita menjadi tentara sehingga ia masuk sekolah menengah militer. Karena kepandaiannya dalam pelajaran matematika, gurunya menjulukinya Kemal, sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti sempurna.

Attaturk melanjutkan akademi militernya di Istanbul dan sejak itu menjalani karier di bidang kemiliteran. Karena kemampuannya di bidang militer serta pandangan politiknya yang menonjol dan disukai banyak orang, ia memperoleh pendukung dalam jumlah besar, terutama dikalangan militer.

Mustafa Kemal Attaturk mendirikan Negara Republik Turki di atas puing-puing reruntuhan kekhalifahan Turki Usmani dengan prinsip pembaharuannya Westwenalisne, Sekularisme, dan Nasionalisme. Meskipun demikian, Mustafa Kemal bukanlah yang pertama kali memperkenalkan ide-ide tersebut di Turki. Gagasan sekularisme Mustafa Kemal banyak mendapat inspirasi dari pemikiran Ziya Gokald (1875-1924), seorang sosiolog Turki yang diakui sebagai Bapak Nasionalisme Turki. Pemikiran Ziya Gokalp adalah sintesa antara tiga unsur yang membentuk karakter bangsa Turki, yaitu ke-Turki-an, Islam serta Modernisme.
Secara lebih rinci pemikiran-pemikiran Mustafa Kemal Attaturk terinspirasi dari aliran-aliran sebagai berikut :

1. Aliran Westerenisasi dipimpin oleh Taufiq Fekrit (1867-1950) dan Abdullah Jewdat (1869-1932). Mereka berpendapat bahwa untuk mengembalikan kejayaan Turki harus:
a) Sepenuhnya mengikuti apa aja yang menjadikan dunia Barat maju.
b) Islam dikembalikan pada asal kemurniaannya, yaitu Al-Quran dan Sunnah rosul sebagai sumbernya.
2. Gerakan Islam dipimpin Muhamed Akif (1875-1924 M). mereka berpendirian bahwa Turki jatuh, karena tidak konsekuen dalam menjalankan hukum Islam dalam segala aspek kehidupan.
3. Gerakan Nasionalisme dipimpin Ziagokald pada tahun 1875-1924 M. gerakan ini membina gerakan-gerakan militer, yang termasuk dalam binaanya adalah Mustafa Kemal Attaturk yang muncul tepat pada waktunya, yaitu ketika Negara dan bangsa Turki dalam keadaan krisis (The sick old man) dalam Perang Dunia I.

Mustafa Kemal Attaturk, saat itu berada di dunia militer dengan jabatan militer komandan wilayah turki. Dia sudah lama mempersiapkan anak buahnya untuk melakukan revolusi di Turki. Karena itu jabatannya sebagai komandan militer, ia memanfaatkan untuk mewujudkan gagasannya yang berupa revolusi di Turki. Cita-cita dalam revolusinya adalah mendirikan negara berbentuk republik Turki Merdeka. Cita-cita itu terwujud pada tahun 1924 M. Pada tahun 1924, Mustafa Kemal Attaturk mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mengusir semua tentara asing yang menduduki wilayah Turki dan berhasil pada tahun 1924.
2. Setelah negrinya bersih dari Negara asing, pada tanggal 3 Maret 1924 dia memproklamasikan Republik Turki Merdeka.
3. Atas nama Panglima Angkatan Bersenjata, dia membentuk Majelis Kongres Nasional. Dia memimpin sidang umum Kongres Nasional I dengan acara memilih Presiden Republik Turki Merdeka dan memilih ketua Majelis Kongres Nasional . Secara aklamasi dia terpilih dan dia merangkap jabatan sebagai eksekutif dan legislatif sekaligus.
4. Dengan dukungan angkatan bersenjata, dia bertindak sebagai dictator dalam menjalankan pemerintahan dan menyelamatkan pemerintahan Republik Turki Merdeka. Ia juga menetapkan ideologi Negara menganut paham sekularisme. Atas dasar ideologi Negara ini, dia mengumumkan akan mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk mencapai cita-citanya demi kepentingan Negara. Siapa yang tidak setuju tanggung akibatnya dan masuk penjara. Selanjutnya dia mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

a) Menghapus syariah kerajaan dan tidak ada lagi jabatan kekhalifahan;
b) Mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum Italia, jerman, dan Swiss;
c) Menutup beberapa Mesjid dan Madrasah;
d) Mengganti agama Negara dengan sekularisme;
e) Mengubah azan ke dalam bahasa Turki;
f) Melarang pendidikan agama di sekolah umum;
g) Melarang kerudung bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah;
h) Mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma.
Pada tahun 1928 M, Negara Turki Merdaeka menjadi 100% Negara sekuler.

Kronologi sejarah di atas, penulis uraikan untuk menerangkan suatu kondisi sosial politik Imperium Usmani yang pada ujungnya membentuk pemikiran dan gerakan sekuler Mustafa Kemal Attaturk. Politik Kemalis ingin memutuskan hubungan Turki dengan sejarahnya yang lalu supaya Turki dapat masuk dalam peradaban Barat.

Akhirnya Dewan Nasional Agung pada tanggal 29 Oktober 1923 memproklamasikan terbentuknya negara Republik Turki dan mengangkat Mustafa Kemal sebagai Presiden Republik Turki dan menjadi presiden pertama Turki yang dipilih lewat Pemilu. Tanggal 29 November 1923.

Pada tanggal 3 Maret 1924 Dewan Agung Nasional pimpinan Mustafa Kemal menghapuskan jabatan khalifah. Khalifah Abdul Majid sebagai khalifah terakhir diperintahkan meninggalkan Turki. Pada tahun 1928 negara tidak ada lagi hubungannya dengan agama. Sembilan tahun kemudian, yaitu setelah prinsip sekulerisme dimasukkan ke dalam konstitusi di tahun 1937, Republik Turki dengan resmmi menjadi Negara sekuler.

Perlu dipahami bahwa, sekulerisasi yang dijalankan oleh Mustafa Kemal tidak sampai menghilangkan agama. Sekulerisasinya berpusat pada kekuasaan golongan ulama dalam soal negara dan dalam soal politik. Yang terutama ditentangnya ialah ide negara Islam dan pembentukan negara Islam. Negara mesti dipisahkan dari agama. Institusi-institusi negara, sosial, ekonomi, hukum, politik, dan pendidikan harus bebas dari kekuasaan syari’at. Namun, negara tetap menjamin kebebasan beragama bagi Rakyat. Sejak saat itu ideologi Islam benar-benar terkubur ditandai dengan dihilangkannya institusi khilafah oleh majelis nasional Turki dan diusirnya Khalifah terakhir.

Itulah akhir dari masa keemasan kerajaan Turki Usmani, pada masa selanjutnya kelemahan kerajaan ini menyebabkan kekuatan Eropa tanpa segan-segan menjajah dan menduduki derah-daerah muslim yang dulunya berada dalam kekuasaan kerajaan Usmani. meskipun demikian kerajaan ini telah menjadi kerajaan muslim terbesar pada masa modern dan juga menjadi kerajaan muslim terlama sepanjang sejarah, dan berkuasa dari tahun 1300 M. sampai tahun 1924 M.

Menurut Ibnu Khaldun sebagaimana dikutip Azumardi Azra, bahwa kebangkitan dan keruntuhan peradaban merupakan semacam political sociology dan sekaligus sociological politics. Menurut ibnu Khaldun, elan vital bagi kebangkita dan kemajuann peradaban adalah apa yang disebut ashabiyah dengan makna yang berbeda dari makna awal kemunculannya pada pra-Isalam. Ashabiyah dalam makna Ibnu Khaldun mengandung arti “rasa solidaritas”, “kesetiaan kelompok”, bahkan juga dimaknai dengan “nasionalisme.”

Turki dalam konteks negara sekuler merupakan lahan kajian sejarah yang amat menarik dan berharga bagi dunia Islam.Hal ini disebabkan karena pembahasan tentang turki dalam melakukan “eksperimen sejarah” yang secara terang-terangan menyatakan negara sekular serta mengambil Barat sebagai model modernisasinya.

Kata sekular pada dasarnya mempunyai dua konotasi, yaitu waktu dan lokasi. Waktu menunjukkan pada pengertian sekarang, dan lokasi mengandung arti dunia. Sedangkan kata sekularsisasi diartikan sebagai pembebasan manusia atas agama atau metafisik.

Menurut Fazlur Rahman, istilah Sekularisasi dalam dunia pembaharuan mengandung dua makna praktis, yaitu “pembedaan” ayang kultur dan yang doktrinal dalam agama, sekaligus “pemisahan” antara keduanya. Sesuatu yang bersifat kultur diatur dengan menggunakan prinsip-prinsip sekuler –duniawi- yang terlepas dari doktrin agama. Dan Turki adalah satu-satunya negara Islam yang dengan semangat menolak lembaga-lembaga Islam dalam melaksanakan masalah-masalah politik dan pemerintahan.

Untuk menilai bagaimana corak negara sekuler Turki, penulis mengambil pendapat Donald Eugene Smith. Menurutnya sekulerisasi pemeriintahan ditandai oleh:
1. Pemisahan pemerintahan; yakni pemutusan hubungan dengan segala ikatan antara pemerintah dan agama. Dalam kasus Turki, sekulerisasi misalnya yerlihat pada langkah Kemal dalam penghapusan lembaga kesultanan dan lembaga kekhalifahan.
2. Pengembangan pemerintahan, dalam wilayah yuridikasinya dengan memasuki bidang kehidupan sosial dan ekonomi yang dulu diatur lembaga keagamaan. Sekulerisasi dalam bentuk ini setidaknya mencakup mencakup sekulerisasi dalam bidang hukum, dalam bidang pendidikan, serta pada bidang ekonomi.
3. Transformasi pemerintahan, yang mennyangkut perubahan-perubahan kualitatif internal pemerintahan didalam pemerintahan yakni sekulerisasi budaya politik. Sekulerisasi dalam bidang ini, agama diperlakukan sebagai persolaan keyakinan yang sepenuhnya bersifat personal. Sementara dalam menjalankan fungsi politik, seseorang sepenuhnya bersifat sekular. dalam makna ini, agama dan negara harus berfungsi secara terpisah dan tidak saling mencampuri.

Dengan demikian, sekularisasi yang timbul di Turki berada pada taraf pendekatan, yakni proses sosial politik menuju sekulerisme dengan aplikasinya yang kuat yakni adanya pemisahan antara agama dan negara. Akan tetapi bila digunakan analisis Donald Smith, maka sekulerisasi yang terjadi di Turki belum mencapai pada tingkat sekulerisasi budaya politik dalam arti tercabutnya nilai-nilai agama (Islam) dalam praktek politik.

Kedatipun bara sekulerisasi di Turki telah lama di sulut dalam beberapa aspek kehidupan rakyat Turki, namun tidak berhasil menghanguskan religuitas bangsa Turki, Rasa keagamaan yang mendalam di kalangan rakyat Turki tidak tidak menjadi lemah karena sekularisasi yang dilakukan. Islam telah memiliki akar yang begitu kuat dalam kehidupan masyarakat Turki. Dan inilah yang dapat memperkokoh asumsi bahwa konsep sekularisasi Barat tidak akan tumbuh subur ketika mencoba diterapkan dalam masyarakat Muslim.

Demikian pula para pembaharu Turki, khususnya pada Kemal Attaruk, tidaklah bermaksud menyirnakan Islam dari masyarakat Turki, yang mereka kehendaki adalah de-ideologi Islam, yaitu memisahkan kekuasaan (lembaga) Islam dari bidang politik dan pemerintahan. Sebab ideologisasi Islam yang pernah dikembangkan penguasa Turki Utsamani dan mampu mengantarkan Turki Utsnami pada puncak kejayaannya dinilai para pembaharu Turki tidak cukup efektif lagi untuk mendongkrak kelumpuhan Turki Usmani dalam menghadapi Barat. Oleh karena itu, langkah ini –yang menurut penagagasnya adalah langkah terbaik- mereka tempuh dalam rangka mengembalikan kejayaan Islam di Turki.

Di lain pihak, sejak memproklamirkan diri menjadi negara sekuler pada tahun 1924, Musthafa Kemal dinilai telah melampaui nilai-nilai sekulerisme. Bagimana tidak, masyarakat seolah dijauhkan dari symbol dan nilai-nilai agama. Pelarangan Pemakaian jilbab bagi wanita, huruf-huruf Arab diganti dengan huruf latin, busana khas bagi laki-lakai diganti dengan busana ala Eropa, dll. adalah bentuk dan bukti yang menguatkan asumsi ini. Singkatnya, semua yang berkaitan dengan symbol-symbol Arab dan Islam dilarang.

Reaksi Ulama atas Ide Sekulerisme

Tindakkan Mustafa Kemal Attaturk justru menggugah tokoh-tokoh Islam untuk bersatu menolak ajarannya. Pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat Turki tidak rela Islam diperlakukan demikian oleh rezim militer di bawah Kemal Attaturk. Mereka serentak bersatu dan sepakat mengembalikan posisi Islam pada posisinya semula, tahap demi tahap dan akhirnya sempurna pada tahun 1950. Bangkitnya Partai Demokrasi Turki pada tahun 1950 mengangkat kembali kelahiran Islam yang ditandai dengan berdirinya Fakultas Teologi di Universitas Ankara. Hal ini menjadi lambang kebangkiatan kembali Islam di Turki. Fakultas ini ditugaskan untuk membasmi kemelaratan keagamaan


Sunday, 2 October 2016

10 Gerakan untuk Memberantas Lemak Perut

Lemak di perut memang sulit sekali untuk diberantas, namun banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membakar lemak perut. Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga yang berhubungan dengan kardiovaskular seperti, renang, tenis, basket, bulutangkis, berlari, aerobik dll. Selain olahraga kardiovaskular, ada juga beberapa macam gerakan sederhana untuk membakar lemak perut seperti angkat beban dan yoga.
Macam-macam gerakan untuk memberantas lemak perut

1. Kettlebell swing


  • Mulailah dengan membuka kaki selebar bahu dan pegang kettlebell dengan kedua tangan.
  • Jaga lengan Anda memanjang ke bawah dan gunakanlah posisi squat.
  • Ayunkan kettlebell ke belakang melalui sela-sela kaki, lalu ayunkan ke depan hingga dada.
  • Jaga agar tangan tetap lurus dan jangan membungkukkan badan.
  • Ualngi gerakan ini.

2. Sit-up


  • Mulailah dengan berbaring telentang di atas matras.
  • Tekuk lutut Anda dan biarkan kaki menapak tanah.
  • Tempatkan tangan Anda di samping kepala Anda.
  • Ambil napas dalam-dalam, lalu angkat bagian tubuh atas dari lantai.
  • Embuskan napas saat mengangkat tubuh Anda, lalu hirup kembali saat tubuh kembali ke bawah.

3. Rolling plank


  • Ambil posisi Anda dengan siku dan lutut menyentuh lantai.
  • Lihatlah ke depan hingga leher Anda sejajar dengan tulang belakang.
  • Angkat lutut Anda hingga hanya jari-jari kaki dan siku yang menempel di lantai.
  • Lalu, lepas salah satu tangan dan satu kaki sambil membalikkan badan, jika tangan kiri yang dilepas, maka kaki kiri akan bertumpu di atas kaki kanan dan badan akan menghadap ke kiri.
  • Jagalah keseimbangan, dan lakukan hal yang berlawanan untuk arah sebaliknya.

4. Lunge twist


  • Langkahkan kaki kiri ke depan, lalu tekuk kaki kiri dan biarkan kaki kanan tetap lurus.
  • Rasakan peregangan otot pada kaki kanan, lalu angkat tangan lurus ke depan.
  • Gunakan jari-jari kaki kanan untuk mendukung beban Anda.
  • Pastikan tubuh bagian atas sejajar dengan tulang belakang.
  • Gerakkan bahu Anda ke kanan dan ke kiri.
  • Lalu, ganti dengan kaki yang satunya, lakukan gerakan yang sama.

5. Navasana


  • Duduk di lantai dengan menekuk lutut.
  • Letakkan tangan di bawah tekukan kaki.
  • Jaga dada terangkat dan dorong bahu ke belakang.
  • Tahan perut Anda dan angkat kaki perlahan semampu Anda.
  • Lepaskan tangan dari genggaman dan regangkan ke depan.
  • Tahan dalam posisi ini selama 5-15 napas, kemudian lepaskan dan ulangi lagi.

6. Swan dive


  • Berbaring menelungkup lurus di lantai dan regangkan lengan Anda ke atas kepala.
  • Angkat kaki dan bahu ke atas sekitar 10 cm dari tanah.
  • Tahan napas selama 8 hitungan, setelah itu buang napas dan pindahkan tangan ke belakang.
  • Pegang ujung kaki Anda dengan telapak tangan menghadap ke dalam.
  • Tahan selama 8 hitungan kemudian kembali ke posisi awal dan ulangi.

7. Jumping jack


  • Berdiri tegak lurus dengan kaki menempel dan letakkan tangan ke bawah di sisi kanan dan kiri Anda.
  • Dalam satu gerakan lompatkan kaki Anda ke samping kanan dan kiri hingga kaki terbuka lebar dan angkat tangan Anda di atas kepala seperti bertepuk tangan.
  • Segera kembali lagi ke posisi semula.

8. Supine twist


  • Berbaring telentang dengan kaki terentang lurus.
  • Bawa lutut sebelah kanan ke dada sambil menarik napas.
  • Gunakan tangan kiri untuk menekan lutut kanan secara perlahan ke sisi kiri sambil membuang napas.
  • Regangkan lengan kanan lurus ke samping hingga tubuh dari pinggang ke bawah menghadap ke kiri dan tubuh dari pinggang ke atas menghadap ke kanan.

9. Squat


  • Berdiri tegak dengan kaki selebar pinggul.
  • Turunkan tubuh Anda sejauh yang Anda bisa dengan mendorong pinggul ke belakang (Ingat, bukan mendorong lutut!).
  • Naikkan lengan Anda lurus ke depan untuk menjaga keseimbangan.
  • Tubuh bagian bawah harus sejajar dengan lantai dan dada harus dibusungkan, tidak membungkuk.
  • Lalu angkat sebentar dan kembali ke posisi awal.

10. Abdominal crunch


  • Berbaring telentang dengan menekuk lutut dan kaki lurus berbentuk 90 derajat.
  • Letakkan tangan Anda di kepala, jangan mengunci jari-jari Anda atau mendorong kepala ke atas.
  • Dorong punggung Anda ke lantai untuk melibatkan otot perut.
  • Geser dagu sedikit sehingga meninggalkan sedikit ruang antara dagu dan dada.
  • Mulai mengangkat bahu Anda sekitar 10 cm dari lantai dan tetap meninggalkan punggung bagian bawah di lantai.
  • Tahan sejenak di atas lalu perlahan-lahan kembali ke bawah.

5 Jenis Makanan Penyebab Perut Buncit

Perut buncit merupakan salah satu masalah kesehatan yang terkadang kurang ditanggapi dengan serius. Padahal selain mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari. Salah satu penyebab perut buncit adalah pola makan yang kurang baik. Berikut beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan perut buncit:

Biji-bijian yang sudah diolah (refined grain)

Sebuah penelitian menunjukkan mereka yang mengikuti program menurunkan berat badan dengan cara mengonsumsi makanan yang berasal dari biji-bijian utuh atau whole grain lebih banyak mengalami penurunan jumlah lemak dari area perut jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi roti biasa dan nasi putih. Mereka yang juga mengonsumsi whole grain ternyata mengalami penurunan kadar C-reactive protein (CRP) cukup signifikan. CRP merupakan suatu indikator terjadinya inflamasi di dalam tubuh dan berhubungan dengan penyakit jantung.

Whole grain merupakan segala jenis biji-bijian (seperti padi, gandum, barley) yang belum diproses. Makanan yang berasal dari whole grain masih mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, dan serat yang lengkap. Whole grainyang sudah diolah dan diproses disebut refined grain. Pengolahan ini dilakukan untuk menambah daya simpan dari biji-bijian. Contoh produk refined grain adalah beras putih dan tepung-tepungan.

Penelitian yang dilakukan oleh Pennsylvania State University membagi 50 orang dewasa yang mengalami obesitas menjadi dua grup. Satu grup diminta untuk mengonsumsi produk whole grain sementara grup lain diminta untuk tidak mengonsumsi whole grain sama sekali. Setelah 12 minggu, grup yang mengonsumsi whole grain mengalami penurunan berat badan hingga 3,6 kg. Sementara grup yang tidak mengonsumsi whole grain mengalami penurunan berat badan rata-rata 5 kg. Tetapi penurunan lemak perut terbanyak terjadi pada mereka yang mengonsumsi whole grain meskipun penurunan berat badan total lebih banyak terjadi pada grup yang mengonsumsi biji-bijian olahan. Nilai CRP pada grup yang mengonsumsi whole grain juga turun hingga 38%, sementara tidak ada penurunan angka CRP pada grup yang lain.

Margarin

Jenis lemak yang menyebabkan perut buncit adalah jenis lemak trans dan lemak jenuh. Lemak trans merupakan hasil sampingan pengolahan minyak dari bentuk cair ke bentuk padat, contohnya adalah margarin. Lemak trans biasa digunakan dalam industri makanan cepat saji dan makanan ringan karena dapat menambah daya simpan dari makanan. Meskipun saat ini lemak trans sudah mulai dilarang keberadaannya dalam makanan, tetapi tidak ada salahnya Anda mengecek kembali label pangan yang terdapat pada makanan kemasan yang Anda konsumsi. Selain margarin, shortening pun mengandung lemak trans. Berhati-hatilah jika ada komponen tersebut dalam kemasan makanan.

Makanan berlemak tinggi

Lemak jenuh biasa terdapat pada minyak, daging, dan olahannya. Lemak jenuh boleh Anda konsumsi tetapi sebaiknya dibatasi, tidak lebih dari 5-6% dari kebutuhan kalori total harian Anda. Jika berlebihan, maka akan meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh termasuk menjadikan perut Anda buncit. Daging olahan (seperti sosis, nugget, ham) biasanya cenderung mengandung lemak jenuh yang tinggi. Makanan cepat saji juga memiliki kadar lemak jenuh yang tidak sedikit, terutama karena kebanyakan mengalami pengolahan dengan cara digoreng ataudeep fried.

Jenis lemak yang baik bagi tubuh adalah lemak tidak jenuh, banyak terdapat pada minyak zaitun, salmon, dan kacang-kacangan. Anda dapat menggunakan minyak zaitun sebagai alternatif untuk memasak dan beralih mengonsumsi seafood seperti ikan-ikanan dibanding mengonsumsi daging merah dan daging olahan.

Susu

Tergantung pada jenisnya, susu dapat berkontribusi pada terbentuknya lemak perut. Jenis susu yang mengandung banyak lemak seperti whole milk dapat memicu penumpukan lemak sehingga membuat perut buncit. Selain whole milk jenis susu kental manis juga bisa menyebabkan perut buncit karena kandungan gulanya yang tinggi. Jika Anda ingin mengonsumsi susu, pilihlah jenis susu rendah lemak atau tanpa lemak. Anda juga bisa mengganti jenis susu yang Anda minum menjadi susu berbahan dasar kacang-kacangan seperti susu kedelai, susu almond, atau susu kacang mede.

Soda

Konsumsi soda dihubungkan dengan peningkatan lingkar pinggang, yang berarti semakin banyak dan sering Anda mengonsumsi soda, maka risiko memiliki perut buncit semakin besar. Selain perut buncit, konsumsi soda juga dikaitkan dengan risiko obesitas, diabetes mellitus tipe 2, dan masalah kesehatan pada gigi (seperti gigi berlubang dan gigi keropos). Tetapi jika Anda kemudian mengganti soda yang biasa Anda minum dengan jenis soda diet, bukan berarti kemudian Anda terbebas dari risiko penyakit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi soda diet cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar dibandingkan mereka yang mengonsumsi soda biasa. Risiko diabetes dan sindrom metabolik juga lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi soda diet jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi soda sama sekali.

hellosehat.com

Yang Lebih Cepat Bikin Langsing: Kurangi Makan Lemak atau Karbo?

Mengurangi konsumsi lemak maupun karbohidrat adalah cara yang paling sering dilakukan bagi orang yang ingin menerapkan pola hidup sehat atau menurunkan berat badan. Lemak dan karbohidrat adalah nutrisi penting dalam membangun tubuh, namun jika berlebihan akan menjadi tidak sehat. Begitu juga jika tubuh kekurangan kedua nutrisi ini. Lalu manakah yang lebih sehat antara mengurangi konsumsi lemak atau karbohidrat?

Mekanisme konsumsi rendah lemak

Kebiasaan kita mengonsumsi makanan akan secara tidak langsung mempengaruhi bagaimana tubuh kita menyesuaikan penyimpanan dan kebutuhan energi. Wajar saja jika ada nutrisi yang kurang, tubuh memberikan respon seperti rasa lemas dan ingin makan lebih banyak, khususnya saat Anda menjalani pola makan rendah lemak atau populer dengan istilah ‘low-fat diet.’

Konsumsi rendah lemak artinya kita memotong jumlah asupan lemak dengan membatasi jumlah gram lemak dalam makanan. Kebutuhan asupan lemak setiap orang berbeda, karena setiap orang memiliki pola konsumsi dan keseimbangan nutrisi masing-masing. Contoh sederhananya adalah jika seseorang membutuhkan banyak vitamin A, dengan kurangnya konsumsi lemak maka tubuh juga akan mengalami keterbatasan untuk menyerap vitamin A dari makanan, yang merupakan vitamin larut lemak. Tidak hanya untuk menyerap vitamin A, lemak juga diperlukan untuk fungsi fisiologis tubuh yang lainnya.

Setidaknya untuk orang dewasa kecukupan lemak diperoleh dari 20-35% asupan harian. Jika konsumsi normal adalah 2000 kalori per hari, maka dibutuhkan sekitar 44 hingga 78 gram lemak per hari. Meskipun dengan mengurangi asupan lemak dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat, hal ini tidak akan berlangsung lama dan tidak akan baik bagi kesehatan. Terlebih lagi jika Anda melakukan kesalahan dengan mengurangi lemak namun tetap mengonsumsi asupan tinggi karbohidrat. Selain itu, manfaat pola makan rendah lemak cenderung sedikit dan kurang konsisten, berbeda dengan pola makan rendah karbohidrat.
Kenapa lebih baik mengurangi asupan karbohidrat?

Mengurangi karbohidrat adalah salah satu strategi diet yang banyak dipakai. Cara ini tidak hanya efektif untuk menurunkan berat badan tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan meski Anda sudah memiliki berat badan yang sehat. Karbohidrat adalah nutrisi yang banyak ditemukan di berbagai bahan makanan seperti tumbuhan, buah, dan susu. Karbohidrat juga terbagi menjadi karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan mempengaruhi mekanismenya dalam tubuh serta bagaimana efeknya dalam kesehatan dan berat badan.

Karbohidrat sederhana adalah kelompok karbohidrat yang dengan mudah dipecah menjadi glukosa (gula). Karbohidrat ini terdapat di makanan seperti nasi, roti putih, pasta, aneka kue, permen dan berbagai minuman dengan bersoda dan pemanis. Berbeda karbohidrat kompleks yang pada umumnya berasal dari sayuran berserat jenis ini akan lebih sulit dipecah menjadi gula.

Karbohidrat sederhana akan lebih mudah dipecah dan diserap tubuh menjadi kalori dan meningkatkan kadar gula darah. Sedangkan karbohidrat kompleks akan lebih sulit dipecah dan memiliki efek yang sangat rendah pada kenaikan gula darah, sekaligus menghasilkan energi yang lebih tahan lama bagi tubuh. Sehingga, konsumsi karbohidrat sederhana akan lebih mudah memicu kegemukan dan kenaikan gula darah yang dapat menyebabkan defisiensi insulin dan menyebabkan diabetes.

Bagaimana cara menjalani diet rendah karbohidrat yang sehat?

Jika ingin menjalani diet rendah karbohidrat, fokuslah pada mengurangi asupan karbohidrat sederhana dengan mengurangi nasi dan gula pada minuman dan makanan. Selain itu, kurangilah konsumsi makanan olahan karena banyak mengandung karbohidrat dari tepung dan gula. Batas maksimal karbohidrat per hari adalah 130 gram atau setara dengan 520 kalori. Sebagai gantinya, perbanyaklah konsumsi protein yang bersumber dari daging merah dan daging putih, ikan, serta telur.

Jangan khawatir, tubuh kita masih dapat memenuhi kebutuhan kalori karena kabohidrat tetap dapat diperoleh dari berbagai makanan yang kita makan sehari-hari, kecuali jika Anda tidak memakan apapun dan membiarkan tubuh Anda kelaparan. Banyak penelitian yang menunjukkan kelebihan karbohidrat justru memicu penimbunan lemak yang signifikan dan menyebabkan obesitas, dibandingkan konsumsi lemak itu sendiri. Hal ini dikarenakan karbohidrat menghasilkan kalori yang lebih banyak dan jika tidak terpakai akan disimpan di lapisan lemak tubuh.

Baik lemak maupun karbohidrat adalah makronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika Anda hanya menginginkan penurunan berat badan, kedua jenis diet ini kalau dilakukan dengan konsisten dapat menurunkan berat badan. Namun pertimbangkan juga keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan efek kesehatan yang ditimbulkannya.

Daftar Makanan untuk Membantu Membentuk Otot

Otot merupakan salah satu hal yang diperhatikan oleh laki-laki pada umumnya. Mereka ingin terlihat gagah sehingga melakukan banyak olahraga yang dapat membentuk otot. Namun, tidak ketinggalan yang juga sangat penting diperhatikan dalam mendukung pembentukan otot adalah asupan zat gizi sebagai makanan sel pada otot.

Sel otot membutuhkan zat gizi sebagai energi untuk melakukan aktivitas. Tidak hanya protein yang sangat dibutuhkan otot, karbohidrat dan lemak juga dibutuhkan untuk mendukung pembentukan otot. Tiga zat gizi makro ini sangat diperlukan otot untuk pertumbuhannya.
Membentuk otot memang perlu protein, tapi…

Saat Anda ingin membentuk otot, Anda akan lebih banyak makan makanan yang mengandung protein tinggi. Namun, protein yang dibutuhkan tubuh adalah sebanyak 10-35% dari total kalori. Pembentukan otot tidak membutuhkan tambahan asupan protein. Penelitian menunjukkan bahwa asupan protein dalam jumlah banyak, lebih dari yang tubuh butuhkan, adalah tidak bermanfaat dan justru dapat membahayakan tubuh. Beberapa makanan sumber protein yang dapat membantu pembentukan otot adalah:

Telur. 
Telur merupakan salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh. Protein ini sangat berguna untuk pertumbuhan otot. Namun, telur juga mengandung kolesterol yang ada dalam kuning telurnya. 0,5 gram asam amino leusin dalam telur merupakan sumber energi yang baik bagi otot. Leusin merupakan asam amino paling penting dalam pembentukan otot.

Daging sapi. 
Daging sapi merupakan makanan terbaik untuk pembentukan otot. Daging mengandung asam amino esensial, vitamin B, dan kreatin yang dapat meningkatkan massa otot. Namun, pilihlah daging sapi yang tidak banyak mengandung lemak.

Kacang-kacangan. 
Kacang mengandung protein, lemak, dan juga serat. Kacang dapat menjadi makanan ringan yang baik bagi Anda yang ingin meningkatkan asupan kalori.

Daging ayam 
Daging ayam juga mengandung protein yang baik bagi pertumbuhan otot. Ayam mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan daging sapi. Namun, sebaiknya tetap pilih daging ayam yang mengandung sedikit lemak. Lebih baik lagi jika menyajikannya dengan cara direbus bukan digoreng, karena minyak pada ayam yang digoreng meningkatkan asupan lemak yang tidak baik bagi tubuh.

Yogurt 
Yogurt mengandung protein dan juga probiotik. Probiotik mampu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus sehingga baik untuk kesehatan sistem pencernaan. Probiotik ini membantu sistem pencernaan untuk memecah dan menyerap zat gizi dari makanan yang Anda makan.

Tempe.
Tempe Makanan khas Indonesia ini memiliki kandungan gizi yang kaya. Tempe menyediakan 41% kebutuhan protein harian Anda. Berbeda dengan makanan sumber protein lainnya yang juga mengandung tinggi lemak, tempe hanya mengandung lemak yang sangat sedikit.

Kacang kedelai
Kacang kedelai. Kacang kedelai merupakan sumber protein nabati yang memiliki kandungan leusin tinggi. Leusin merupakan salah satu asam amino yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan otot.

Apakah karbohidrat diperlukan untuk membentuk otot?

Karbohidrat juga merupakan zat gizi penting yang menyediakan energi bagi otot. Karbohidrat akan dikonversikan menjadi bentuk glikogen yang disimpan dalam otot, dan akan menjadi energi untuk otot bergerak saat beraktivitas. Walaupun karbohidrat penting bagi otot, Anda tetap harus memilih karbohidrat yang rendah lemak, seperti roti gandum dan sereal gandum. Susu rendah lemak, yogurt, buah-buahan, dan sayuran juga merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk pembentukan otot.

Sebaiknya hindari karbohidrat yang mengandung serat tinggi sebelum dan selama Anda melakukan olahraga karena serat sulit untuk dicerna tubuh sehingga tidak dapat langsung menyediakan energi untuk tubuh melakukan olahraga.
Jangan hindari lemak

Walaupun mungkin Anda membatasi asupan lemak Anda saat ingin membentuk otot, tetapi tubuh tetap membutuhkan lemak. Asupan lemak ke tubuh harus memenuhi 20-35% dari total kalori yang dikonsumsi per harinya. Pilihlah jenis lemak yang sehat, seperti pada alpukat, kacang almond, kenari, lemak ikan, seperti pada salmon dan sarden, minyak kanola, minyak zaitun, dan lainnya. Ingat bahwa lemak mengandung 2 kali kalori dibanding karbohidrat dan protein (lemak: 9 kalori, karbohidrat: 4 kalori, protein: 4 kalori), sehingga harus diperhatikan porsinya. Berikut ini beberapa contoh makanan sumber lemak yang dapat membantu pembentukan otot:

Almond butter. Almond butter memiliki rasa yang enak dan juga mengandung vitamin B2 dan vitamin E yang baik bagi sistem kekebalan tubuh. Almond butter memiliki rasio lemak dan protein yang lebih baik daripadapeanut butter.

Salmon memiliki protein dan lemak yang baik bagi tubuh. Asam lemak omega-3 dapat mengurangi pemecahan otot ketika kapasitas pemecahan asam amino meningkat. Hal ini menguntungkan karena otot dapat menyimpan lebih banyak protein untuk pembentukan otot. Jika Anda tidak suka ikan, Anda dapat mengonsumsi suplemen minyak ikan untuk mendapatkan manfaat dari ikan.

Melakukan olahraga dengan didukung oleh pola makan yang baik dapat mempercepat pembentukan otot. Pola makan yang terdiri dari 5 sampai 6 kali makan per hari dalam porsi kecil dan dengan menu seimbang dapat memberikan energi untuk pertumbuhan dan pembentukan otot.